Beranda KARAWANG Pengawasan Elpiji 3 Kg Masih Lemah

Pengawasan Elpiji 3 Kg Masih Lemah

12
0
USEP SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES MINIM PENGAWASAN: Proses pengisian gas elpiji 3 kg di salah satu SPBG di wilayah Karawang.

KARAWANG-Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Linkar menilai pengawasan pendistribusian gas elpiji subsidi 3 kilogram masih lemah. Alasannya, kelangkaan elpiji bersubsidi kali ini sudah terjadi sejak lama.
“Sebenarnya ada tim koordinasi pengawasan distribusi gas elpiji subsidi 3 kilogram di Karawang. Tapi pengawasannya nyaris tidak dilakukan. Terbukti, secara berulang-ulang kelangkaan elpiji bersubsidi terus terjadi,” kata Ketua LPKSM Linkar, Eddy Djunaedy, kemarin (7/12).

Menurut Eddy, selama ini tim koordinasi pengawasan distribusi gas elpiji subsidi 3 kilogram itu dipimpin langsung oleh Sekda Karawang, Teddy Rusfendi Sutisna. Sementara anggotanya mulai Hiswana Migas, beberapa organisasi perangkat daerah, pihak kecamatan hingga pihak desa.
“Tim pengawasannya itu sebenarnya tidak sudah lengkap hingga ke tingkat desa. Tapi tidak aktif, dan tidak mampu mengatasi kelangkaan elpiji bersubsidi,” katanya.

Masih menurut Eddy, kelangkaan elpiji bersubsidi seharusnya tidak terjadi jika pengawasannya maksimal. Sebab elpiji 3 kilogram tersebut merupakan barang bersubsidi yang pengadaannya telah diakomodir dalam APBN.
“Karena itu barang bersubsidi, maka mustahil kalau pihak Pertamina tidak menyediakan stok elpiji bersubsidi sesuai dengan kuota,” kata Eddy.

Dari catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Karawang, kuota elpiji bersubsidi di daerah mencapai 2,5-3 juta tabung per bulan.
Sementara itu, selama beberapa hari terakhir ini warga Karawang mengalami kesulitan mendapatkan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram. Meski warga mendapatkan elpiji bersubsidi, warga harus mendapatkan elpiji bersubsidi dengan harga mahal, yakni mencapai Rp23-25 ribu per tabung. Sedangkan harga eceran tertinggi elpiji bersubsidi mencapai Rp16 ribu per kilogram. (use/din)