Beranda BANDUNG Pengajuan Bansos Dilakukan Secara Online

Pengajuan Bansos Dilakukan Secara Online

71
0

 Mempermudah Pelayanan Kepada Masyarakat

NGAMPRAH – Mulai tahun ini, pengajuan dana hibah berupan bantuan sosial (bansos) keagamaan dilakukan secara online (daring). Hal itu dilakukan untuk mempermudah pelayanan kepada calon penerima/pemohon hibah bansos tersebut.

Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos) Sekretariat Dearah (Setda) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Hidayatulloh mengatakan melalui sistem online ini, setiap pemohon hibah dapat memantau langsung perkembangan proses pengajuan dana hibah tanpa harus datang ke Kantor Pemkab. Pasalnya, setiap data pemohon yang mendapatkan dana hibah itu akan terdata di website.
“Sistem daring ini memudahkan pemohon hibah karena tidak harus bolak-balik ke kantor Pemkab untuk mengetahui perkembangan pengajuan mereka. Tinggal cek di website saja Sejauh ini, penerapan sistem ini tidak mengalami kendala,” kata Asep saat dihubungi, Jum’at (27/4).

Dia menambahkan pengajuan hibah/bansos daring ini berdasarkan instruksi dari Pemerintah Pusat. Hal ini juga seiring dengan mulai diberlakukannya transaksi nontunai mulai tahun ini.

Bantuan dana hibah ini, lanjut dia, bisa diajukan oleh lembaga keagamaan di setiap daerah. Nantinya, setiap pengajuan akan diverifikasi oleh Bagian Kessos.
“Apakah layak mendapat hibah atau tidak, nanti akan kami verifikasi. Selain itu, yang sudah dapat dana hibah tahun ini, tahun berikutnya bisa saja mendapatkan kembali,” ujarnya.
Asep menjelaskan dana hibah tersebut nantinya akan disalurkan langsung ke rekening penerima, seperti DKM dan yayasan keagamaan. Tentunya, setelah berbagai persyaratan dan pemberkasan dilengkapi.”Untuk pencairannya dilakukan oleh BKPAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah-red),” ujarnya.

Asep mengungkapkan, bantuan dana hibah keagamaan ini diberikan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beribadah yang diharapkan bisa menigkatkan iman dan takwa. Hal itu pun selaras dengan salah satu visi Pemkab Bandung Barat yakni mewujudkan masyarakat yang religius.

Dia mengakui, untuk beberapa penerima, hibah yang diberikan Pemkab masih jauh dari kebutuhan.
“Misalnya seperti yang mendapat hibah Rp 5 juta, paling cukup untuk mengecat bangunan. Namun, hal ini diharapkan bisa mendorong warga untuk swadaya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data Bagian Kesos KBB, sampai bulan Maret lalu sudah ada 567 permohonan hibah. Total dana yang dianggarkan tahun ini, yaitu Rp 37 miliar dengan kuota penerima sekitar 1.800 orang/lembaga. (Sep/ded)