Beranda BANDUNG Pencetakan Alat Peraga Kampanye Terancam Tertunda

Pencetakan Alat Peraga Kampanye Terancam Tertunda

83
0

BANDUNG BARAT– Pencetakan alat peraga kampanye (APK) untuk pemilihan Bupati – Wakil Bupati Bandung Barat terancam tertunda lantaran salah satu dari tiga pasangan calon peserta Pilkada belum menyetorkan desain APK kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Meski tak mau menyebutkan nama calonnya, Ketua KPU Bandung Barat, Iing Nurdin mengancam akan meninggalkan pencetakan APK bagi satu pasangan calon yang belum menyerahkan desainnya, lantaran pihaknya sudah memberikan waktu lebih kepada tim kampanye maupun pasangan calon peserta Pilkada.

“Kami berikan waktu terakhir sekarang, hari ini untuk segera menyampaikan desainnya. Apabila lewat, terpaksa ditinggalkan, yang penting kita cetak dulu untuk dua pasangan calon yang sudah fix,” kata Iing di acara Deklarasi Kamseltibcarlantas dalam rangka Pilkada Serentak 2018 dan Operasi Keselamatan Lodaya 2018 di Mapolres Cimahi, Rabu (7/3).

Iing mengatakan, bagi yang sudah memberikan desain APK ke KPU, KPU kemudian akan menyerahkan desain tersebut kepada pemenang lelang supaya bisa segera dicetak. Jika semua berjalan lancar, sekitar 4-5 hari ke depan, berbagai APK seperti baliho dan umbul-umbul bisa langsung diserahkan ke pasangan calon maupun tim kampanye.

“Hari ini juga, kami langsung berikan ke pemenang lelang penyedia alat peraga kampanye. Mungkin di tataran pasangan calon dan tim kampanye memerlukan desain yang betul-betul bisa merepresentasikan keberadaan mereka. Oleh karena itu, kami berikan waktu paling lambat sekarang untuk menyerahkannya,” bebernya.

Selama tiga pekan masa kampanye Pilkada yang dimulai sejak 15 Februari lalu, Iing mengaku, sejauh ini berjalan kondusif karena KPU membagi ke dalam tiga zonasi kampanye. Untuk masing-masing pasangan calon diberikan kesempatan berkampanye selama seminggu di satu zonasi.

“Kami bagi zonasi kampanye supaya tak terjadi gesekan antar pendukung calon. Sehingga potensi konflik bisa dihindari, dan sampai saat ini kampanye berlangsung kondusif,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, KPU juga akan melarang para simpatisan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat melakukan pawai atau berkonvoi berjalan kaki atau dengan kendaraan bermotor selama selama kampanye terbuka yang baru dimulai 9-23 Juni 2018.

“Kami memohon kepada masyarakat, terutama pasangan calon dan timnya untuk melaksanakan kampanye seusai aturan, terutama mengutamakan keselamatan di jalan raya, kami pun melarang simpatisan berkonvoi selama berkampanye nanti,” imbuhnya. (eko/tra)