Beranda PURWAKARTA Penanganan Anjal Belum Tepat

Penanganan Anjal Belum Tepat

54
0

Pemerintah Diminta Tangani dengan Serius

PURWAKARTA – Menjamurnya kehidupan anak jalanan di beberapa titik lampu merah di Purwakarta menjadi tolak ukur kegagalan pemerintah mengurus, merawat, melindungi rakyatnya. Terlepas dari keterpakasaan atau memang menjadi lahan mencari nafkah yang mudah, keberadaan anak jalanan (Anjal) menjadi cermin nyata jika pemerintah belum melakukan kebijakan yang tepat mengatasi tekanan ekonomi rakyat kecil.

Meningkatnya kebutuhan hidup sektor ekonomi, pendidikan dan tempat tinggal layak juga terbinanya keluarga mandiri. Seharusnya bisa diatasi jika pemerintah serius memikirkan nasib anak-anak jalanan yang tak jarang harus berteduh dari panasnya matahari dan dinginnya hujan.

“Anggaran negara baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah tidaklah sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah Anjal yang ada. Jangan sampai pemerintah hanya fokus kepada pembangunan insfrastruktur yang bersumber dari APBD dan APBN. Jika kemudian hancur tanpa terbangun ekonomi rakyatnya, ” ungkap Bayu Supriyatna, SPd pakar ekonomi dan pendidikan Purwakarta.

Dari pantauan Pasundan Ekspres di beberapa titik lampu merah yang ada di Purwakarta, tak jarang balita dan anak anak yang seharusnya menikmati kehidupan menyenangkan. Malah harus dihadapkan dengan target mengumpulkan pundi pundi rupiah dari belas kasih orang lain, untuk mereka bisa bertahan hidup.

“Kami kira, berlarutnya penanganan Anjal, buka cuma beresiko pada kesehatan dan keselamatan para Anjal tersebut, tetapi kepada terancamnya masa depan Bangsa. Tanpa terbina dan dibangunnya pendidikan pada Anjal itu sendiri,” lanjutnya.

Diwawancara di lokasi lampu merah depan Gerbang Tol Kopo, seorang ibu yang mengais seorang balita di pangkuannya mengaku terpaksa membawa anaknya mengais rejeki mengharap belas kasih pengendara.

“Mau gimana lagi, kami terpaksa. Kami butuh makan, lebih tenang anak ini saya bawa, meski harus panas panasan dan beresiko sakit, daripada harus kelaparan di rumah,” pungkas si ibu sambil menutup anak balitanya dengan kain gendongan karena terik panas matahari.

Ditulis sebelumnya di koran ini, sejumlah Anjal memang kerap harus petak umpat dengan Satpol PP ketika ditertibkan. Namun alasan keterpaksaan, puluhan Anjal ini kembali ke jalanan meski berbagai resiko harus ditanggung anak anak jalanan ini. (mas)