Beranda SUBANG Pemuda Pantura Galang Dana untuk Radit

Pemuda Pantura Galang Dana untuk Radit

222
0
YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES BUTUH BANTUAN: Radit dalam gendongan ibunya jelang cek kesehatan. Di usianya sekitar 5 tahun ia didiagnosa menderita kanker darah. DEMI KEMANUSIAAN: Suasana pagelaran teater yang diselenggarakan Teater Jejak dan Teater Pelangi di GOR Serbaguna SMAN 1 Pamanukan, kemarin (11/3).

Balita yang Didiagnosa Menderita Kanker Darah

PAMANUKAN-Sekolompok anak muda yang tergabung dalam Teater Jejak dan Teater Pelangi menggelar acara kemanusiaan. Acara dengan tajuk Pagelaran Drama Kabaret (Brain Cancer) ini dilaksanakan di GOR Serbaguna SMAN 1 Pamanukan, kemarin (11/3).

Menurut perwakilan Teater Pelangi, Abdul Karim, acara kali ini ditujukan sepenuhnya untuk membantu biaya pengobatan Radit, seorang balita berusia 5 tahun asal Desa Ciasem Baru yang didiagnosa mengidap penyakit kanker darah (orbita) pada abgian bola matanya.

Karim bercerita, awal mulanya ia melihat postingan mengenai Radit di media sosial. Dari sana, proses berjalan cepat hingga akhirnya bertemu dengan kawan-kawannya dari Teater Jejak SMAN 1 Pamanukan. Setelah pertemuan itu, merka memutuskan untuk menggelar sebuah acara kemanusiaan.

Namun menurut Karim, penyelenggara sendiri terdiri dari berbagai unsur, dari mulai mahasiswa, Koramil Ciasem dan Pamanukan, UPTD Pendidikan Ciasem, hingga sejumlah siswa SMA.
Sepengetahuan Karim dari cerita pihak keluarga, sejak kurang lebih 3-4 bulan lalu, Radit digigit semut pada area mata kanannya. Setelah itu mata Radit terlihat bengkak. Ia pun lalu mulai merasakan sakit di area tersebut.

Radit kemudian dirujuk ke 3 rumah sakit berbeda. Lalu pada saat di Rumah Sakit Hasan Sadikin, setelah mendapatkan pemeriksaan, Radit didagnosa mengidap penyakit kanker darah (orbita) pada bagian bola matanya.

Namun kondisi keluarga Radit yang dikatakan pra sejahtera itu tidak dapat berbuat banyak guna menyanggupi biaya pengobatan yang begitu besar.

Dari sana, tumbuh motivasi dari sekelompk anak muda dan masarakat yang bahu membahu untuk meringankan beban keluarga Radit.
“Ini acara kemanusiaan pertama kali, acara tunggal kita yang bertemakan kemanusiaan,” ujar Karim.

Dengan tekad dan motivasi kuat demi kemanusiaan, acara yang dipersiapan hanya sekitar 3 minggu, akhirnya bisa untuk dilaksanakan.

Karim berujar, nantinya presentase dari tiket yang terjual dari pementasan sebesar 80% untuk Radit dan 20% untuk teman-teman teater. Nantinya pementasan akan dilakukan dalam dua gelombang.

Dalam pantauan Pasundan Ekspres, sebelum pementasan untuk gelombang pertama, penonton teater tidak hanya datang dari kalangan anak muda. Namun berdasarkan penuturan Karim beberapa orang tua yang terlihat

menyaksikan berasal dari tetangga keluarga Radit dari Ciasem.
“Bagi saya mereka luar biasa, menyempatkan datang kesini dari Ciasem untuk mendukung dan membantu Radit,” Kata Karim.

Hingga berita ini ditulis pada pukul 17.00 WIB, sudah sekitar 600 tiket terjual dan sudah Rp19.225.000 donasi yang terkumpul untuk Radit.

Sementara itu perwakilan Teater Jejak, Tedi Sanjaya mengaku cukup menyayangkan persiapan pementasan teater ini. Menurutnya, dalam proses perizinan tempat dan pemberitahuan acara, pihaknya sempat disulitkan oleh birokrasi soal perizinan yang cukup berbelit dan terkesan dipersulit.
“Kan ini kan acara kemanusiaan ya. Kita kan gak paham birokrasi ya. Kadang suka dipersulit gitu. Kalau memang itu niat lahur, apalagi anak-anak muda yang bergerak, kenapa harus kita antipasti atau dipersulit,” timpal Karim.

Seperti diketahui, saat ini Radit berada di RSHS Bandung. Informasinya, Radit disana untuk menjalani Kemotherapy.(ygi/din)