Beranda KARAWANG Pemuda Jangan Jadi Ramu di Rumah Sendiri

Pemuda Jangan Jadi Ramu di Rumah Sendiri

12
0
USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES KOMPAK: Ratusan pemuda yang tergabung dalam 234 Solidarity Community (SC) Regwil Karawang dalam pengukuhan kepengurusan 234 SC Regwil Karawang, Minggu (8/10)

KARAWANG-Ratusan pemuda yang tergabung dalam 234 Solidarity Community (SC) Regwil Karawang, diminta agar jangan jadi tamu di ‘rumahnya’ sendiri. Pasalnya, Kabupaten Karawang memiliki ribuan perusahaan.

“Tidak ada anggota sebagai penjilat ataupun pengecut. Kita pemuda harus bisa mempertahankan bangsa dan negara ini. Terutama Karawang. Ribuan perusahaan dan pabrik dibangun disini. Kalian jangan sampai jadi tamu di rumah sendiri,” ujar Ketua Kordinator Wilayah (Korwil) Jawa Barat, Ichwan Nezt dalam pengukuhan kepengurusan 234 SC Regwil Karawang, Minggu (8/10).

Ichwan mengatakan, seluruh kader atau anggota 234SC merupakan pemuda yang harus siap menjadi garda terdepan untuk melindungi bangsa dan negara.

Dikatakan Ichwan, anggota 234SC menekankan kekuatan solidaritas dan kebersamaan sesama anggota. Tak hanya itu, seluruh anggota 234SC juga harus bisa menjadi bagian dari masyarakat umum dari berbagai aspek seperti lingkungan, budaya dan keamanan.

“Semua anggota untuk mengamalkan ideologi Pancasila menjadi ideologi abadi bagi Indonesia,” katanya.

Sementara, Ketua 234 SC Regwil Karawang, Linal Ari Wahyudi mengatakan, jika pengurus serta anggota 234 SC Regwil Karawang berkomitmen untuk membantu seluruh elemen demi kemajuan Kabupaten Karawang.

“Kami optimis menjadi organisasi yang dekat dengan masyarakat, bisa membantu pemerintah untuk kemajuan Karawang juga menjadi keluarga bagi seluruh anggotanya,” ujar Linal.

Dalam acara launching tersebut, sejumlah pertunjukkan budaya lokal seperti tari jaipong dan musik tradisional karinding dipertunjukkan.

“Dalam launching dan pengukuhan ini juga memberikan pesan melalui pertujukan seni tradisi sebagai ciri khas budaya Jawa Barat. Pesannya adalah mempertahankan budaya adalah pertahanan bagi bangsa Indonesia khususnya Karawang agar tidak melupakan jatidiri masyarakat Jawa barat sebagai bagian dari pewaris bangsa. Sehingga bangsa ini tidak hilang arah karena teracuni budaya asing,” pungkasnya. (use/tra)