Beranda BANDUNG Pemkab Bandung Barat Berdayakan Penyandang Disabilitas

Pemkab Bandung Barat Berdayakan Penyandang Disabilitas

16
0

BANDUNG BARAT- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat tak henti-hentinya terus berupaya untuk mendorong orang-orang berkebutuhan khusus atau disabilitas yang ada di seluruh Kabupaten Bandung Barat (KBB). Diantaranya, dengan melakukan pemberdayaan orang-orang disabilitas melalui sejumlah program pembinaan, pelatihan yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) KBB.

Khusus di Hari Disabilitas Internasional tahun ini yang diperingati setiap 3 Desember 2017, dengan tema Indonesia yaitu menuju masyarakat inklusif, tangguh dan berkelanjutan. Dinas Sosial berkomitmen untuk terus memberikan dorongan agar kaum disabilitas bisa beriwirausaha dan bekerja secara mandiri.

Hingga kini, di Kabupaten Bandung Barat tercatat ada sekitar 6.000 penyandang disabilitas, di antaranya tunanetra, tunarungu, down syndrome, celebral falsy, tunadaksa, dan tunagrahita.

“Kami selalu mendorong para disabiltas ini. Mulai dari usaha tata boga, menjahit, pijat tunatera, tata rias, dan budidaya tanaman organik. Itu semua bisa dilakukan oleh mereka,” kata Kepala Dinsos KBB, Heri Pratomo di Ngamprah, Kamis (7/12).

Dia menambahkan peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memberi pelatihan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan penyandang disabilitas. Saat ini untuk memberdayakan para disabilitas tersebut, Pemerintah Daerah telah memberi pelatihan agar mereka bisa mandiri.

“Rata-rata pekerjaan disabilitas ini swasta. Meskipun begitu, ke depan Kami akan dorong, agar perusahaan swasta bisa berperan aktif dalam membantu para penyandang disabiltas, khususnya di momentum hari disabiltas international ini,” ujarnya.

Selain itu, kata Heri, pemerintah juga akan terus mempriorotaskan penyediaan fasilitas publik khusus difabel. Hal ini sebagai wujud kepedulian dan dukungan dari pemerintah kepada penyandang cacat agar hak-hak dan kesejahteraannya meningkat.

“Saat ini sudah saatnya hak-hak penyandang disabilitas harus segera terpenuhi. Termasuk kami juga akan memberikan bantuan permodalan untuk usaha mereka,” ujarnya.

Adapun ia meminta agar masyarakat tidak memandang sebelah mata terhadap para penyandang disabilitas ini. Sebab, para penyandang disabilitas tersebut membutuhkan penerimaan dan penghargaan dari masyarakat untuk menumbuhkan semangat hidup mereka.

“Sebab, penyandang disabilitas ini juga banyak yang punya potensi. Namun jika tidak mendapatkan pengakuan, ya mereka sulit berkembang,” ujarnya.

Lebih lanjut Heri menambahkan, Pemkab Bandung Barat juga mempunyai program Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM). Hal ini, dilakukan untuk mendapatkan pembinaan, pelatihan dan pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas.

Ia pun mengungkapkan, saat ini semua Kecamatan sudah mempunyai RBM. Saat ini sudah ada 56 RBM yang tersebar di seluruh kecamatan.

“RBM untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Bahkan tidak sedikit yang ingin membentuk setelah fungsi RBM itu berjalan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Kabupaten Bandung Barat, Dian Rosita sebelumnya menambahkan, melalui RBM, berbagai program diupayakan untuk menangani para penyandang disabilitas dari usia 0-18 tahun.

“Program tersebut, di antaranya mulai dari sekolah bermain, terapis keliling, penyuluhan kepada orang tua dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.

Adapun peran RBM ini tak lain untuk mendekatkan kaum disabilitas dengan masyarakat umum. Ini perlu dilakukan agar kaum disabilitas bisa diterima oleh masyarakat secara luas.

“Untuk itu di RBM ada terapinya dan juga menjadi tenoat bermain bagi mereka,” tukasnya. (adv/sep/tra)