Beranda BANDUNG Pembangunan Gedung Dewan Dibantu Pemprov

Pembangunan Gedung Dewan Dibantu Pemprov

29
0
BUTUH PERBAIKAN: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KBB Aa Umbara Sutisna meninjau jembatan Pabuaran Desa Rancapanggung Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat (KBB) beberapa waktu lalu.

Anggarkan Rp30 Miliar di Perubahan

BANDUNG BARAT– Capai angka Rp150 miliar, Pembangunan gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat akan di bantu dana dari Pemrov Jabar.
Ketua DPRD Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mengatakan, sejumlah anggota dewan menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan Gedung DPRD, apabila anggarannya banyak berasal dari APBD Bandung Barat.

Menurut Aa, Penggunaan APBD dinilai lebih penting untuk membenahi infrastruktur, dibandingkan buat pembangunan Gedung DPRD.

“Besok kami rapat fraksi dulu, bagaimana pendapat teman-teman. Sebenarnya sih bukan menolak, cuma persoalan anggaran. Kami enggak mau semuanya pakai APBD,” katanya, Senin (11/9

Aa, sebagai ketua DPRD ingin mengutamakan apa yang belum beres. Bukan berarti menolak, tapi menurutnya kalau semua mengunakan APBD sebesar Rp150 miliar itu terlalu besar.

“Nah, infrastruktur juga kan banyak yang belum beres,” kata Aa Umbara di Ngamprah,

Sebelumnya, menurut dia, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang KBB telah menunjukkan kepada dewan mengenai detailed engineering design pembangunan Gedung DPRD. Seluruh anggota dewan, kata dia, juga telah menyetujuinya.

 

“Kalau dari gambar dan desain, dewan sudah setuju. Cuma untuk pembangunannya, dewan itu bukan tidak terlalu memerlukan. Namun, kalau dari APBD, prioritaskan untuk masyarakat dulu lah,” katanya.

Dari hasil komunikasi dengan Bupati Bandung Barat Abubakar, Aa Umbara mengatakan, pembangunan Gedung DPRD diharapkan dapat dibantu pembiayaannya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Jadi kami mengobrol dengan Pak Bupati, bahwa pembangunannya ini mudah-mudahan sekitar 70 persen ditanggulangi oleh provinsi. Kalau itu memang betul, sebetulnya di dewan tidak ada masalah,” ujarnya.

Sementara itu, bupati Bandung Barat Abubakar mengatakan bahwa pembangunan Gedung DPRD akan didesak pada tahun ini, karena Gubernur Jabar Ahmad Heryawan telah memberi isyarat bahwa Pemprov Jabar akan membantu Rp30 miliar dari perubahan APBD Jabar. Selain di perubahan anggaran, menurut dia, bantuan dari provinsi pun bakal datang melalui APBD Jabar 2018.

“Di dalam perubahan anggaran beliau (Heryawan) akan mengalokasikan anggaran Rp30 miliar. Itu kan jumlah yang luar biasa. Kemudian beliau akan berusaha pada 2018 untuk memberikan atensi juga,”paparnya

Dia mengakui, di kalangan dewan terdapat polemik terkait dengan rencana pembangunan Gedung DPRD. Meski begitu, pro dan kontra tersebut dianggap sebagai hal yang wajar. Abubakar mengatakan, perbedaan pendapat itu sekaligus menjadi tantangan bagi eksekutif, untuk dapat mengakomodasi berbagai kepentingan di dewan.

“Dinamika itu biasa di dewan. Itu juga tantangan buat kami, bagaimana mengakomodasi kepentingan-kepentingan. Selama ini juga kan baik-baik saja. Kalau pendapat-pendapat pribadi, itu sah-sah saja” lanjutnya,

Namun, lanjutnya, menurut Abu, yang lebih dihargai adalah pendapat kolektif. “Saya juga punya fraksi di sana (dewan), tinggal begini (mengangkat tangan). Kalau bisa kan musyawarah, tapi kalau tidak ya voting. Itu saja,” tuturnya.

Abubakar berharap, dewan dapat menyepakati pembangunan Gedung DPRD dilaksanakan pada tahun ini, karena akan menjadi investasi pemerintah daerah di kemudian hari. Selain telah diamanatkan dalam undang-undang untuk berada di pusat pemerintahan, Gedung DPRD yang saat ini berada di Padalarang juga dianggap kurang representatif. Karena itulah, rapat-rapat paripurna kerap digelar di hotel-hotel.

“Kan sudah 10 tahun, masak mereka mau di luar terus. Paling tidak, saya kan punya dosa kalau mereka tidak saya dorong masuk ke pusat pemerintahan. Jangan sampai nanti bupati dikira hanya memikirkan eksekutif, kan enggak boleh. Saya ingin meninggalkan Bandung Barat dengan tersenyum,” kata Abubakar, yang masa jabatannya sebagai bupati berakhir tahun depan.(eko/ded)