Beranda KARAWANG Pembaca Puisi Meninggal di Tangan sang Adik

Pembaca Puisi Meninggal di Tangan sang Adik

83
0

KARAWANG-KP (16), Sang pembaca puisi handal itu menghembuskan nafas terakhir setelah terlibat perkelahian dengan adiknya, KS (14).

“Ia anak yang periang dan pembaca puisi yang handal,” ujar Guru Teater Merah Putih (Merput), Panji Mayza Perdana, Jumat (25/5).

Siswi Kelas 10 MIA 5 SMAN 3 Karawang itu, kata Panji, pernah mengantarkan Teater Merput menjadi juara 1 lomba dramatisasi puisi tingkat SMA se-Karawang tahun lalu. KP bergabung dengan Merput sejak 2017 lalu.

“Dia sempat tampil terakhir di pagelaran seni peringatan Hari Kartini di sekolahnya tanggal 9 Mei, membacakan puisi Sajak Sebatang Lisong, karya W.S. Rendra,” tambah Panji.

Namun naas, KP yang mengunjungi ibunya di Perum Citra Kebun Mas, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kamis (25/5) sekitar pukul 23.00 WIB, menghembuskan nafas terakhir. KP diduga tewas akibat benturan kepala, setelah terlibat perkelahian dengan adiknya, KS.

“Kita tahu peristiwa tersebut karena ibunya berteriak minta tolong saat keduanya sedang berkelahi. Waktu warga datang korban sudah terbujur dilantai dan langsung kita bawa rumah sakit. Tapi sampai disana meninggal dunia,” ujar Didi, warga sekitar.

Kasatreskrim Polres Karawang AKP Maradona Mapaseng membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Betul ada kejadiannya,” ujar Maradona melalui pesan singkat.

Hanya saja, Maradona belum memberikan keterangan lebih lanjut perihal motif peristiwa tersebut terjadi. Kepala Desa Bengle Lia Amalia mengatakan, pelaku, KS, dikenal warga sekitar kerap membuat onar dan meresahkan warga. KS tinggal bersama ibunya lantaran kedua orang tuanya berpisah.

“Kalau sudah kumpul dengan teman-temannya, mereka kerap membuat ulah yang meresahkan warga sekitar,” ujar Lia.(aef/tra)