Beranda BANDUNG Pegawai RSUD Cikalongwetang Positif Narkoba

Pegawai RSUD Cikalongwetang Positif Narkoba

64
0

NGAMPRAH – Sejumlah pegawai/karyawan di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat (KBB) diduga mengkonsumsi narkoba. Hal itu diketahui paska tes urine terhadap seluruh karyawan RSUD yang dilakukan secara mendadak oleh Badan Narkotila Nasional (BNN) KBB pada Senin (26/2) kemarin.

Direktur RSUD Cikalongwetan dr. Ridwan Abdullah mengatakan bersarkan informasi secara lisan dari BNN KBB, sejumlah pegawainya itu dinyatakan positif menggunakan narkoba.

“Memang benar ada beberapa petugas kami yang positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine kemarin, itu disampaikan secara lisan kepada kami. Untuk jumlahnya, kami menunggu surat resmi dari BNN,” kata Ridwan saat dihubungi Pasundan Ekspres, Rabu (28/2).

Meski demikian, Ridwan mengaku belum mengetahui sejumlah pegawainya yang positif narkoba itu merupakan aparatur sipil negara (ASN) atau hanya karyawan biasa. Untuk itu pihaknya masih menunggu laporan secara resmi dari BNN KBB.

“Kita juga belum tahu, mereka yang dinyatakan positif ini ASN atau pegawai biasa. Kalau memang terbukti ASN tentu kami akan proses sesuai aturan yang berlaku. Sementara bagi pegawai, tentu kami akan putus kontrak. Karena kebanyakan yang dites kemarin merupakan calon pegawai di RSUD ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Ridwan menjelaskan pihaknya mewajibkan seluruh karyawannya sebanyak 274 orang untuk mengikuti tes urine itu tanpa terkecuali, termasuk dirinya, managemen, tenaga medis, paramedis dan non medis. Bahkan ia mengancam akan melakulan tindakan tegas terhada karyawannya apabila ditemukan melakukan penyalahgunaan narkoba baik sebagai pemakai maupun pengedar.

“Tes urine ini memang sengaja tanpa kita beritahukan terlebih dulu. Karena kita ingin semua karyawan di sini benar-benar terbebas dari narkoba,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala BNN KBB, Sam Norati Martiana membenarkan ada sejumlah pegawai di RSUD Cikalongwetan yang dinyatakan positif narkoba setelah dilakukan tes urine. Namun, dirinya enggan menyebutkan jumlah orang yang dinyatakan positif narkoba.

“Untuk jumlahnya akan kami sampaikan melalui surat resmi ke RSUD besok (hari ini -red), ” kata Sam.

Menurut dia, tindakan selanjutnya bagi mereka yang positif menggunakan narkoba tidak dibawa ke ranah hukum. Melainkan akan dilakukan rehabilitasi yang cocok dengan keinginan mereka agar terbebas dari bahaya narkoba.

“Ini kan bukan operasi di lapangan, tapi permintaan RSUD untuk melakukan tes urine. Sehingga kami akan memberikan bantuan dengan melakukan rehabilitasi. Namun, tetap kami akan dalami dari mana mereka mendapatkan barang berbahaya tersebut,” kata Sam yang juga enggan menyebutkan jenis narkoba.

Lebih jauh dia menjelaskan, selain di RSUD, sebelumnya tes urine juga dilakukan terhadap sejumlah petugas di 16 kecamatan di Kabupaten Bandung Barat. “Pelaksanaan tes urine di setiap kecamatan hadir juga kepala desa, UPTD dan seluruh petugas kecamatan dan hasilnya negatif,” pungkasnya. (sep/tra)