Beranda PURWAKARTA Pedagang Harus Berinovasi Gali Potensi Lokal

Pedagang Harus Berinovasi Gali Potensi Lokal

54
0

PURWAKARTA– Pedagang Pasar Modern Citeko Kecamatan Plered yang keberadaanya merupakan alihan dari pasar lama Plered, mengeluh karena sepinya pengunjung, ditambah fluktuasi harga sembako yang selalu mengalami kenaikan.

Kepala UPTD Pasar Modern Citeko Endang Mulyana mengatakan keberadaan Pasar Citeko Modern cukup refresentatif dari segi tata bangunanya dibanding pasar lama yang ada sebelumnya. Bisa dikatakan semi tradisional karena setiap transaksi selalu ada tawar menawar harga barang antara penjual dan pembeli.

Menyikapi hal itu Endang Mulyana yang sudah berpengalaman dalam mengelola pasar ini hanya tersenyum, “Kita tak menafikan, kesulitan pedagang, persoalanya adalah hantaman ekonomi global ,yang mulai merambah masuk kepelosok desa,termasuk Pasar Citeko Plered,” ujarnya usai rapat bersama jajarannya.

Menurut Endang kondisi pasar lama Plered dulu lebih ramai dan menjadi salahsatu centra bisnis yang cukup maju. Namun seiring dengan perkembangan zaman, dimana saat ini bisnis waralaba dan mini market sudah menjamur dan menyebar hingga ke pelosok desa.
“ Saya ingat, pasar lama Plered begitu sesak, pembeli dari berbagai pelosok desa membaur, pasar ini begitu hidup dengan kendaraan tradisional Dokar/Delman,” tambahnya.

Endang menyebut ada dua faktor yang dominan merubah peta pengunjung, baik dari sisi jumlah, maupun kualitas pengunjung pasar. Kalangan menengah atas lebih memilih mini market atau pasar modern untuk berbelanja, sedangkan kalangan bawah lebih memburu pasar tradisional.
“ Sekarang ini orang lebih suka belanja ke mini market ketimbang pasar tradisional, jadi faktor penyebab sepinya pengunjung, ditambah peta minimarket sudah merambah ke pelosok desa,” tambahnya.

Dengan kondisi tersebut pihaknya berupaya membangun fasilitas pendukung Pasar Modern Citeko agar lebih menarik pengunjung, seperti Terminal, Area Parkir dan Sistem Keamanan Pasar. Hal ini untuk menjawab perubahan budaya pasar masyarakat dan terkesan modern.

Bukan hanya itu saja, diapun meminta kepada pedagang Pasar Modern Citeko untuk mampu berinovasi dengan cara metoda layanan, menata kios, jam jualan yang lebih dini serta melayani jasa antar barang sebagai servis layanan prima bagi pembeli atau pelanggan.
“ Jadi fasilitasnya kita dukung, pedagangpun harus kreatif dan inovatif dalam menggali potensi peluang lokal,” tuturnya.
Seperti pelayanan dini yang dilakukan pedagang pasar yang bertransaksi malam hari,merupakan solusi tradisional, yang jitu untuk diterapkan, pasar yang berjualan malam hari seperti Pasar Leuwi Panjang Purwakarta, “ dipasar ini sejumlah pedagang disana cukup untung jualan dimalam hari, jam 09.00 pagi, mereka sudah beres dan istirahat,” kata Endang.

Cara ini juga dikenal efektif,karena pada dinihari tak ada transaksi pesaing,sekalipun itu pasar waralaba atau mini market.(dyt/dan)