Beranda HEADLINE PDIP Tidak Masuk Koalisi Golkar, BPP Golkar Rekomendasikan Imas Aryumningsih

PDIP Tidak Masuk Koalisi Golkar, BPP Golkar Rekomendasikan Imas Aryumningsih

414
0

SUBANG-Bidang Pemenangan Pemilu (BPP) Jawa 1 Partai Golkar merekomendasikan Ketua DPD Golkar Subang Hj. Imas Aryumningsih menjadi calon bupati Subang pada Pilkada 2018. Hal itu tertuang dalam Memo yang dikirimkan BPP ke Ketua Umum Partai Golkar, Ketua DPD Jabar dan DPD kabupaten/kota.

Yang mengejutkan, dalam Memo tersebut tertulis bahwa Partai Golkar Subang disebut sudah menjalin koalisi dengan partai lain yaitu PKS, PAN, PPP, PKB dan Hanura. Tidak tercantum PDIP. Padahal sebelumnya beredar kabar bahwa di Jawa Barat akan terjadi koalisi antara Golkar dan PDIP secara permanen hingga tingkat kabupaten/kota. Setelah terjadi pertemuan antara PDIP dan Golkar Jabar. Bahkan Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi membuat surat edaran agar pengurus Golkar menjalin komunikasi dan pertemuan dengan PDIP di daerah masing-masing.

Tak hanya merekomendasikan calon bupati untuk Subang, di memo yang diterima Pasundan Ekspres tersebut direkomendasikan calon bupati se-Jawa Barat untuk daerah yang akan menggelar Pilkada pada 2018 mendatang. Bandung Barat direkomendasi Ketua Golkar Doddy Imron Chalid yang disebut sudah mendapat dukungan dari Gerindra dan Hanura.

Untuk Calon Bupati Purwakarta direkomendasikan istri Bupati Dedi Mulyadi yaitu Anna Ratna Mustika. Sumedang direkomendasikan Sidik Jafar sebagai calon wakil bupati, Calon Wali Kota Bogor Tauhid J. Tagor, Calon Bupati Bogor Ade Ruhadi, Calon Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih, Calon Wali Kota Sukabumi Jona Arizona, Calon Wakil Bupati Kuningan Dudi Pamuji, Calon Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi serta merekomendasikan Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur Jawa Barat dengan pertimbangan elektabilitasnya yang terus naik. Memo tersebut berdasarkan hasil rapat yang dilaksanakan tim BPP Jawa 1 di bawah pimpinan Agun Gunanjar Sudarsa yang digelar di Cigombong, Bogor pada 20 Agustus 2017 lalu.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Golkar Subang Bangbang Irmayana menyatakan, tim pemenangan DPP punya pertimbangan matang sehingga memutuskan untuk merekomendasikan Imas Aryumningsih. Sementara terkait koalisi, menurutnya, sampai saat ini masih berjalan komunikasi politik. Ia tidak menampik sudah ada pembicaraan dengan lima partai yang disebut dalam memo sudah berkoalisi dengan Golkar.
“Kalau untuk benar-benar fiks koalisi itu nanti harus melalui pleno. Ini kan belum. Kita masih melakukan pembicaraan dengan beberapa partai,” katanya saat dihubungi Pasundan Ekspres, Selasa (5/8).

Menurut Bangbang, komunikasi politik saat ini dilakukan langsung oleh Imas dan terkadang melalui tim. Terkait tidak munculnya PDIP dalam barisan koalisi, Bangbang menyebut tidak menutup kemungkinan akan terjadi komunikasi. “Hanya sampai saat ini belum,” tandasnya.

Terpisah, Sekertaris Umum DPD PKS Subang Dediyana mengaku kaget bahwa PKS disebut masuk barisan koalisi Partai Golkar. “Sebetulnya kita kaget, tapi komunikasi dengan Golkar memang ada, tapi Partai Golkar Subang agak kurang respon. Adapun nantinya jadikoalisi atau tidak, itu urusan nanti,” ujar Dediyana.

Sama seperti PKS, Ketua PKB Andi L. Hakim mengaku belum mengetahui kabar tersebut. Sebab menurutnya, PKB belum melakukan pembahasan mengusung Imas dan berkoalisi dengan Golkar. “Belum ada (bahasan), sebab harus ada kesamaan dan kesetaraan selera. Sehingga yang berwenang melakukan koalisi untuk di Subang yaitu partai di daerah. Dalam artian kalau dipaksain juga nantinya repot. Jadi intinya bagiamana kita menyelaraskan aselera komunikasi itu dibangun seperti visi dan misi. Partai di daerah hanya bisa merekomendasi saja, putusan tetap ada di pusat namun mekanisme dan proses ada di daerah,” katanya.

Dijelaskan Andi, PKB sudah mengantongi empat nama bakal calon kepala daerah yang udah mendaftar dalam penjaringan yaitu Dewi Nirmalasari, H. Ruhimat, Kolonel Sutarno dan Budi Setiadi. Minggu depan pihaknya akan menggelar fit and proper test. Kemudian pada bulan ini pihaknya akan merekomendasi ke pihak pusat. “Nantinya tergantung dari pusat siapa yang akan diusung,” pungkasnya.(ygo/man)