Beranda HEADLINE PDIP: dengan Golkar Masih Say Hello

PDIP: dengan Golkar Masih Say Hello

37
0
YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES Pengurus DPC PDIP Subang yang dikomandoi langsung Maman Yudia mendaftar ke KPU Subang untuk pemilu tahun 2019, Rabu (11/10).

Targetkan 16 Kursi di Pileg 2019

SUBANG-DPC PDIP Kabupaten Subang berambisi menambah perolehan jumlah kursi di DPRD pada pemilihan umum tahun 2019 nanti. Partai berlambang banteng moncong putih itu yakin bisa memperoleh 16 kursi. Seperti diketahui, pada pileg tahun 2014 lalu, PDIP berhasil meraih 10 kursi di DPRD Subang. Jumlah tersebut merupakan perolehan kursi terbanyak di antara partai politik lain.
“Target kita 16 kursi, ada kenaikan dari sekarang. Kita akan berupaya minimalnya 14 kursi, satu dapil dua kursi,” kata Ketua DPC PDIP Subang, Maman Yudia didampingi Sekretaris DPC PDIP Subang, Ating Rusnatim usai menyerahkan berkas persyaratan sebagai peserta pemilu ke KPU Subang, kemarin (11/10).

Dari 7 daerah pemilihan (dapil) yang ada, Maman menyebut, idealnya dua orang kader PDIP harus menang di setiap dapil. Itulah mengapa dari sekarang PDIP sudah mulai fokus menatap untuk pemenangan di pesta rakyat lima tahunan tersebut.
“Saya optimis kalau soal strategi, dan kader-kader mau berjuang target bisa tercapai,” tegas Maman.

Bicara soal target itu, kata Maman, PDIP tidak asal menargetkan. Target itu ia sampaikan atas perhitungan yang matang.
DPC PDIP Subang sudah mendaftar ke KPU Subang sebagai peserta pemilu, menyerahkan berkas-berkas persyaratan yang harus dilengkapi mulai dari SK kepengurusan, keanggotaan dan domisili. Ini merupakan kunci masuk supaya bisa ikut pemilu.

Tak hanya fokus pada pemilu saja, momen Pilkada 2018 yang di depan mata persiapannya sudah mulai dimatangkan. Saat ini PDIP sudah mengusulkan lima nama ke DPP agar mendapat rekomendasi maju di Pilkada.

Meski cukup banyak bakal calon bupati yang ikut bersama PDIP, tetap PDIP mengusulkan kader internal ke DPP. Ada dua kader yang diusulkan, Ir Beni Rudiono dan Ating Rusnatim.
“Kita tunggu keputusan DPP nanti mengeluarkan rekomendasi siapa yang dicalonkan,” ujarnya.

Ia mengaku tidak tahu metode yang digunakan DPP untuk memastikan siapa yang nanti direkomendasikan maju. Tapi yang jelas salah satunya yaitu melihat hasil survei dari nama-nama yang ada.
“Di sisi lain PDIP walaupun telah memiliki syarat minimal mencalonkan sepasang bupati/wakil bupati, tapi kita juga aktif menjalin komunikasi dengan partai lain,” ungkapnya.

Sejauh ini PKB merupakan partai yang intens diajak komunikasi oleh PDIP. Sementara itu dengan Partai Golkar masih sebatas komunikasi biasa.
“Dengan Golkar kita masih say hello saja dulu,” tutupnya.(ysp/din