Beranda BANDUNG PDAM Sesuaikan Tarif Dasar Air

PDAM Sesuaikan Tarif Dasar Air

66
0

Imbas Melemahnya Nilai Tukar Rupiah
NGAMPRAH – Badan Usaha Milik Daeah (BUMD) Kabupaten Bandung, PDAM Tirta Raharja akan melakukan penyesuaian harga tarif air bersih kepada 92.700 pelanggannya. Hal itu seiring naiknya harga bahan baku pengolahan air akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Sekretaris PDAM Tirta Raharja, Tedi mengatakan kondisi ekonomi global seperti kenaikkan dolar berdampak besar pada harga-harga untuk operasional pengolahan air bersih. Sehingga sudah saatnya tarif ini harus dinaikkan kepada seluruh pelanggan PDAM Tirta Raharja.
“Dolar saja sekarang sudah masuk angka Rp14.000 yang mengakibatkan harga bahan kimia untuk pengolahan air serta infrastruktur pipa juga ikut naik, kalau tidak dilakukan penyesuaian harga maka keuangan perusahaan juga bakal rugi, kita juga sudah cukup lama tidak menerapkan penyesuaian tarif baru,” kata Tedy saat dihubungi, Senin (4/6).
Dia menjelaskan, kenaikan tarif ini sudah dilakukan kajian di internal perusahaan. Bahkan dalam waktu dekat, soal kenaikan tarif ini akan disosialisasikan ke legislatif Kabupaten Bandung sebagai wakil rakyat untuk disampaikan kepada masyarakatnya.
“Kalau kajian sudah ada di internal namun belum bisa kita sampaikan penyesuaian tarif barunya. Kita juga harus sosialisasi ke dewan untuk mendapatkan persetujuan, baru bisa diterapkan tarif barunya,” ungkapnya.
Tedi menyebutkan tahun ini PDAM Tirta Raharja mendapatkan suntikan dana dari Pemkab Bandung sebesar Rp23,5 miliar. Salah satunya dana itu untuk pemasangan sambungan rumah (SR) baru, yang bisa menghabiskan anggaran hingga Rp 10 juta/SR.
“Subsidi untuk pemasangan SR bagi pelanggan baru cukup besar yang ditanggung PDAM. Tapi karena kita memberikan subsidi, jadi pelanggan baru cukup membayar Rp 1,1 juta/SR. Artinya subsidi yang kami berikan cukup besar,” paparnya.
Lebih lanjut Tedi menjelaskan, pelanggan PDAM Tirta Raharja berada tiga wilayah mulai dari Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. Dengan rata-rata penyaluran air berada pada tekanan air 0,5 hingga 0,7 bar.
“Kita tahun ini menargetkan bisa mencapai angka 100 ribu pelanggan. Terutama menambah pelanggan baru di wilayah selatan Kabupaten Bandung,” pungkasnya. (Sep/ded).