Beranda KARAWANG PBB Perindustrian Mesti Dongkrak PAD

PBB Perindustrian Mesti Dongkrak PAD

33
0
USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES BAYAR PAJAK: Bapenda Karawang menginginkan pajak bumi dan bangunan (PBB) perkotaan khususnya perindustrian mampu mendongkrak PAD dari sektor pajak daerah.

KARAWANG-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Karawang, menyatakan jika pajak bumi dan bangunan (PBB) perkotaan khususnya perindustrian yang mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak daerah.

Kepala Bidang PBB dan BPHTB Bapenda Karawang, Yayat Hidayatullah mengatakan, saat ini realisasi PBB sudah mencapai Rp 174 miliar dari target Rp 188 miliar atau 90 persen. “PBB yang paling mendongkrak PAD itu dari PBB industry, baik yang di zona maupun kawasan industry,” ujar Yayat, Rabu (11/10)

Dikatakan, untuk PBB pedesaan juga masuk tapi tidak terlalu signifikan, sebab masih ada keterlambatan bayar. Oleh sebab itu, kedepan pihaknya akan bekerjasama dengan Alfamart dan Indomart untuk melakukan pambayaran PBB baik perkotaan maupun pedesaan.

“Kami bekerjasama dengan minimarket untuk mempermudah masyarakat membayar pajak,” katanya.

Dikatakan, sebelumnya pihaknya sudah bekerjasama dengan bank Bjb buat pembayaran pajak. Selain itu pihaknya juga bekerjasama dengan DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) untuk melakukan pendataan secara online terkait bangunan baik itu ruko maupun perumahan.

“Ketika IMB masuk ke DPMPTSP, maka datanya juga masuk ke kami sebagai dasar penyesuaian tariff PBB,” katanya.

Ketika ditanya terkait Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB), Yayat mengakui jika pihaknya tidak bisa memprediksi pendapatan dari BPHTB, kendati ditargetkan sebesar Rp 300 miliar oleh TAPD dan Banggar. Tapi realisasinya saat ini baru mencapai 60 persen dari target.

“Sulit kami untuk memprediksi PAD dari BPHTB, sebab itu bagaimana transaksi tanah,” jelasnya.

Ia menambahkan, bagi masyarakat yang belum membayar PBB, agar segera membayar. Sebab batas pembayaran sudah jatuh tempo pada tanggal 30 September lalu. “Bagi yang terlambat sebelum jatuh tempo, maka harus membayar denda sebesar 2 persen,” katanya. (use/tra)