Beranda SUBANG Pasien Diminta Ikuti Prosedur

Pasien Diminta Ikuti Prosedur

72
0
Mamat Budi Rakhmat

SUBANG– Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Subang, Asep Hadian menyoroti masalah utang Pemkab Subang di RSUD Ciereng yang menumpuk. Utang tersebut berasal dari para pasien yang tak sanggup membayar tagihan pelayanan kesehatan.

Untuk itu, Asep hadian menginginkan adanya pembenahan prosedur pasien miskin atau tak mampu agar RSUD tak lagi harus menanggung beban utang yang besar.

“Karena ada rekomendasi dan nota dari mana-mana sehingga RSUD Ciereng menjadi ketiban utang yang cukup besar,” terangnya.

Dirinya menceritakan pengalamannya saat berobat di RSUD Ciereng. Ia menuturkan pernah bertemu dengan pasien yang mengaku tak mampu membayar tagihan rumah sakit dan tak memiliki BPJS. Namun ia menilai pasien terlihat cukup mampu karena masih memiliki gadget canggih.

“Ini menjadi pertanyaan dan juga bahan evaluasi bagaimana prosedur berobat gratis. Apalagi kalau tak memiliki bpjs kesehatan. Saya pernah ketemu pasien yang keliatan mampu tapi dia menyatakan tak sanggup membayar tagihan rumah sakit,” ungkapnya.

Asep juga mengatakan, penyebaran kartu Indonesia Sehat di Subang belum merata. Untuk itu ia meminta Dinas Sosial untuk melakukan survei lagi ke lapangan dan mendata dengan lebih terperinci.

Sementara itu, Kasubag Humas RSUD Ciereng, Mamat Budi Rakhmat mengatakan utang Pemkab Subang dari pasien Jamkesda dari tahun 2014 hingga 2917 mencapai Rp16 Miliar. Ia mengimbau pasien Jamkesda untuk lebih memerhatikan mekanisme seperti rujukan dari Puskesmas, SKTM, rekomendasi dari Dinsos dan Dinas Kesehatan.

“Jadi tidak semata-mata dari surat rekomendasi saja. Harus ada beberapa persyaratan yang dipenuhi pasien. Jika ada pembayaran utang Pemkab kami akan belikan peralatan kesehatan dan obat-obatan,” jelasnya. (ygo/tra)