Beranda KARAWANG Partisipasi Pemilih Pilkada Rendah

Partisipasi Pemilih Pilkada Rendah

78
0

 

KARAWANG-Partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat di Kabupaten Karawang cukup rendah, hanya mencapai 65,7 persen dari 1.598.382 jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang ada di Karawang.

“Ada hal yang menyedihkan dan ini tidak memuaskan, rendahnya partisipasi pemilih,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang, Riesza Affiat, Jumat (6/7).

Dikatakan, partisipasi pemilih pada Pilkada serentak di Karawang diketahui dari hasil rekapitulasi perolehan suara yang telah digelar di sebuah hotel wilayah Karawang. Sesuai dengan hasil rapat pleno itu, partisipasi pemilih Pilkada Jabar di Karawang hanya mencapai 65,7 persen.

Menurut Riesza, pencapaian partisipasi pemilih tersebut cukup rendah dibandingkan dengan target partisipasi pemilih yang telah ditetapkan, mencapai 77 persen. “Kalau sosialisasinya, kita sudah maksimal. Pelajar-pelajar yang merupakan pemilih pemula juga banyak yang dilibatkan dalam sosialiasi,” katanya.

Ia menyayangkan rendahnya partisipasi pemilih pada Pilkada atau Pilgub Jabar di Karawang. Karena itu pihaknya akan melakukan evaluasi terkait dengan rendahnya partisipasi pemilih.

Sementara itu, berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilkada serentak di Karawang, pasangan Deddy-Dedi yang diusung Partai Golkar dan Demokrat menang telak, meraih 407.526 suara.

Perolehan pasangan nomor empat itu jauh meninggalkan tiga pasangan calon lainnya, seperti pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang diusung Gerindra, PKS, dan PAN meraih suara terbanyak kedua, mencapai 279.176.

Kemudian pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang diusung NasDem, PKB, PPP dan Hanura meraih 227.146 suara. Perolehan suara terakhir diraih pasangan Tb Hasanuddin dan Anton Charliyan hanya yang hanya meraih 124.481 suara.

Sementara itu, Meskipun pelakasanaan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 itu berjalan aman dan lancar. Namun ada beberapa catatan yang disampaikan, baik dari para saksi pasangan calon maupun Panitia Pengawas Pemilu (Panswalu) Kabupaten Karawang.

Terkait pelanggaran, Panwaslu mencatat ada banyak pelanggaran yang terjadi selama penyelenggaraan Pilgub Jabar 2018 di Kabupaten Karawang. Diantaranya yang sampai ke pihak pengadilan, ialah keterlibatan beberapa kepala desa dalam kampanye salah satu Paslon. Dan saat ini sudah dijatuhi vonis.

“Untuk pleno nya sendiri berjalan lancar, data semua sudah diperbaiki. Namun kami akan tetap fokus menindaklanjuti beberapa pelanggaran teknis yang sampai kepada kami berdasarkan laporan Panwascam sampai tuntas,” ungkap Ketua Panwaslu Kabupaten Karawang Syarif Hidayat. (use/tra)