Beranda HEADLINE Pantura Didominasi Motor, Kepadatan di Cipali Naik 18%

Pantura Didominasi Motor, Kepadatan di Cipali Naik 18%

64
0

SUBANG-Ribuan kendaran melintasi sejumlah jalur mudik di Kabupaten Subang. Tak hanya Tol Cipali (Cikopo-Palimanan) yang selama ini menjadi jalur favorit arus mudik, jalur Pantura pun masih menjadi primadona arus mudik tahun ini.
General Manager Operasional PT LMS (Lintas Marga Sedaya), Suyitno mengatakan, sejak dua hari terakhir, Sabtu (9/6) dan Minggu (10/6), puluhan ribu kendaraan melintasi Tol Cipali.
“Sejak dua hari kemarin, kendaraan yang melintas meningkat,” ungkap Suyitno, kemarin (10/6).
Secara rinci, Suyitno menjelaskan, pada Sabtu (9/6) terdata di shift 1 sekitar pukul 06.00-14.00 WIB, kendaraan yang masuk (entry) Tol Cipali sekitar 6.925 unit. Sementara kendaraan yang keluar (exit) sekitar 25.250 unit. Jumlah tersebut mengalami peningkatan pada shft 2 atau sekitar pukul 14.00- 21.00 WIB. Saat itu kendaraan yang masuk mencapai 6.925 unit. Sementara jumlah kendaraan yang keluar mencapai 25.250 unit.
Selanjutnya pada shift 3 atau sekitar pukul 21.00-06.00 WIB, kendaraan yang masuk sekitar 7.929 unit. Namun kendaraan yang keluar mencapai 19.070 unit.
Peningkatan kendaraan juga terjadi pada Minggu (10/6). Pada shift 1 sekitar pukul 06.00-14.00 WIB, kendaraan yang masuk sekitar 8.390 unit. Sementara kendaraan yang keluar mencapai 25.338 unit. Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, sebagai operator Tol Cipali, PT LMS menambah gardu. Pada pintu masuk terdapat 8 gardu. Sementara pada pintu keluar terdapat 18 unit gardu.
“Jika kita perhatikan untuk kendaraan yang melintas di Tol Cipali pada Minggu (10/6) kemarin, terhitung dari pukul 06.00 – 14.00 WIB saja, sudah mencapai 33.728 unit. Jumlah ini meningkat sebanyak 41.21 persen dari hasil data pada Sabtu (9/6) dari pukul 06.00 – 14.00 WIB yang mencapai 23.885 unit,” jelasnya.
Masih menurut Suyitno, berdasarkan data yang dimilikinya, kendaraan yang keluar dari Tol Cipali mencapai 3.167 unit per jam. Sehingga terdapat kenaikan sebanyak 18.72 persen dibanding tahun 2017.
“Tahun 2018 ini kumulatif lalin lebih tinggi dibandingkan tahun 2017, yakni sekitar 18.72 persen,” tuturnya.
Disinggung terkait kemacetan di rest area KM 86, kata Suyitno, lebih disebabkan karena banyaknya pengemudi yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan. Untuk mengurai kemacetan, maka pihak managemen LMS memberlakukan contraflow selama 2 jam terhitung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.
“Kami juga mengimbau agar para pemudik selalu memantau lalu lintas di rute yang akan dilalui dan sangat disarankan untuk mengisi bahan bakar di luar Tol Cipali agar tidak terjadi penumpukan di rest area,” tandasnya.
Sementara itu pantauan lalu lintas di jalur Pantura, Subang, khususnya pada H-5 jelang lebaran, arus mudik dari arah Jakarta menuju Cirebon terpantau ramai lancar. Pantauan Pasundan Ekspres sejak Minggu (10/6) pagi hingga sore, kendaraan roda dua masih mendominasi jalur mudik di Pantura Subang.
Perwira Pengendali Pos Pengamanan SPBU Sukasari, IPTU Aan mengatakan, arus mudik di Jalur Pantura mulai ada peningkatan. Hal itu dapat dilihat dari mulai mulai berdatanganya pemudik dengan cara bergerombol.
“Datangnya bergerombol, walau pun masih lancar, sebab tidak ada kemacetan,” kata Kapolsek Legonkulon tersebut.
Iptu Aan menyebut, peningkatan kendaraan terjadi pada sore hingga malam. Sebab, salah satu yang menjadi faktor pertimbangan yakni cuaca panas saat masih puasa di siang hari.
“Malam itu ramai, tapi dari sore lah sudah ramai. Kalau siang hari seperti ini landai saja seperti ini, panas barangkali,” kata Aan.
Sebab, rata-rata para pemudik sudah memperhitungkan waktu-waktu mereka ketika melakukan perjalanan mudik. “Mereka kadang sudah perhitungkan ketika di Jakarta berangkat sore, sampai mana cuacanya dingin karena malam kan,” ujarnya.
Saat ini sendiri kata Aan, kendaraan yang melintas yang terpantau di posnya rata-rata pemudik memacu kendaraannya diangka 70-80 KM/jam. Meski begitu Aan juga mengimbau agar para pemudik untuk tetap berhati-hati.
“Setelah ada Tol Cipali disini sudah jarang ada kemacetan ketika mudik, memang sekarang karena masih H-5 jadi masih seperti ini, ramai lancar meskipun volume kendaraan meningkat,” kata Aan
Sebelumnya, pada Sabtu (9/6), Pasundan Ekspres juga memantau kondisi arus mudik di Pos Pengamanan (Pospam) Pasar Sukamandi. Saat itu, jalur pantura mulai ramai dilintasi pemudik mulai pukul 19.30 WIB.
Hal tersebut dikonfirmasi langsung Kapolsek Ciasem, Kompol Ojat Sudrajat yang berada di lokasi Pospam guna pemantauan dan pengamanan lalu lintas arus mudik secara langsung. Ia berujar bahwa arus mudik yang melintasi ruas Ciasem terbilang lancar meski pemudik mulai ramai.
“Hari ini masih relatif lancar, kita juga siagakan petugas untuk mengurai kalau ada kepadatan atau penyeberangan,” katanya.
Kompol Ojat Sudrajat mengatakan bahwa volume kendaraan mulai meningkat sekitar pukul 19.00 WIB. “Volume kendaraan untuk malam ini habis Isya, biasanya seperti itu setelah isya mulai ramai,” ungkapnya.
Pada pantauan arus mudik Sabtu (9/6) malam, laju kendaraan masih didominiasi roda dua dan roda empat dengan rata-rata kecepatan berada di kisaran 40-5-0 KM per jam, seperti informasi yang didapat saat Pasundan Ekspres berada di Pospam Pasar Sukamandi. (ygo/ygi/din)