Beranda BISNIS Pangkalan Gas Melon Harus Merata

Pangkalan Gas Melon Harus Merata

120
0
ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES RAKOR: Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskop, UKM, dan Perdagin) Kabupaten Purwakarta menggelar pertemuan untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg.

Antisipasi Kelangkaan, Diskop UKM dan Perdagin Gelar Rakor

PURWAKARTA-Keberadaan pangkalan gas 3 kilogram (kg) di Kabupaten Purwakarta belum merata dan cenderung menumpuk di daerah perkotaan. Hal ini berimbas pada proses pendistribusian gas melon, sehingga di beberapa daerah keberadaannya langka atau sulit didapat.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan pada rapat koordinasi yang digelar Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskop, UKM, dan Perdagin) Kabupaten Purwakarta untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg,

Rakor yang digelar di Aula Bank BJB Purwakarta Lt. 3 itu dihadiri para agen dan pangkalan gas elpiji 3 kg, serta para kepala desa, dan pihak terkait lainnya.

Kepala Diskop, UKM, dan Perdagin Purwakarta Entis Sutisna mengatakan, salah satu tugas dan fungsi dinasnya adalah untuk melakukan pengawasan peredaran barang. “Salah satunya adalah melakukan pengawasan terkait pendistribusian gas elpiji subsidi 3 kg,” kata Entis kepada Pasundan Ekspres, Kamis (14/9).

Dirinya menjelaskan, selain pendistribusian gas melon, rakor tersebut juga membahas harga jual gas melon, di mana di beberapa daerah harga jualnya lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Saat rakor berjalan kami berdiskusi langsung dengan pelaku usaha gas, baik itu agen maupun pangkalan gas elpiji 3 kg. Kita sudah mendengarkan masukan dan juga permasalahan apa yang mereka alami. Kita juga sekaligus membahas solusinya,” ujarnya.

Dikatakan Entis, saat ini di Kabupaten Purwakarta ada 12 agen dan 386 pangkalan gas elpiji 3 kg. “Idealnya di tiap desa/kelurahan itu minimal ada dua pangkalan. Ada pun komposisi (jumlah pangkalan, red) saat ini yakni 386 pangkalan sudah mencukupi untuk 9 kelurahan dan 183 desa,” kata Entis.

Diungkapkan Entis, melalui rakor juga disepakati jika dalam waktu dekat semua desa di Purwakarta bakal memiliki pangkalan gas elpiji 3 kg. “Kuota gas elpiji 3 kg di Purwakarta sebenarnya sudah cukup. Karena itu kami heran juga adanya laporan masyarakat jika gas elpiji susah didapat,” ujarnya.

Entis berharap dengan adanya rakor para pelaku usaha gas, baik agen mau pun pangkalan, bisa bekerja sesuai tupoksi dan sesuai aturan yang sudah ditetapkan. “Sehingga tidak terjadi lagi kelangkaan gas elpiji 3 kg, serta tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Diskop, UKM, dan Perdagin Purwakarta Wita Gusrianita menambahkan, hasil rapat koordinasi ini nantinya akan diimplementasikan di lapangan. Salah satunya terkait penyerahan jadwal pengiriman gas dari agen kepada kepala desa setempat, sehingga memudahkan pengawasan.

“Kami juga tengah mengusahakan jika kegiatan rakor seperti ini dapat digelar secara rutin agar komunikasi dan silaturahmi dapat terjalin dengan baik. Jika ditemukan adanya kendala di lapangan bisa segera dicarikan solusinya, sehingga tidak berdampak negatif bagi masyarakat, khususnya di Purwakarta,” ucapnya.(add/epl)