Beranda BANDUNG Pagerwangi Fokus ke Pembangunan Infrastruktur

Pagerwangi Fokus ke Pembangunan Infrastruktur

53
0

BANDUNG BARAT– Kepala Desa Pagerwangi, Agus Ruhidayat menyakatan Pemerintahan desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2018 akan memprioritaskan pembangunan infrastuktur di wilayahnya.

“Tahun ini di fokuskan pada pemberdayaan masyarakat, sarana olah raga, bumdes dan infrastruktur. Nah, baru tahun depan kami rencanakan untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Agus, seusai peletakan batu pertama pembangunan TPT di kampung Sukanegara RW 04 Pagerwangi sekaligus launching dana desa Pagerwangi tahun 2018.

Agus berharap, pembangunan infrastruktur menggunakan anggaran dana desa dengan sistem padat karya tunai ini, selain meningkatkan inprastruktur yang dapat dirasakan masyarakat banyak, juga dapat membantu warga yang kurang mampu atau pengangguran mendapat penghasilan.

“Selain membangun secara fisik, kami ingin mensukseskan program pemerinrah padat karya tunai, sehingga membantu juga dalam mengentaskan kemiskinan,” tambahnya.

Sekertaris Kecamatan Desa Lembang Rizal Candra W., mengatakan, apa yang dilakukan oleh pemerintahan desa Pagerwangi sesuai dengan harapan masyarakat.

“Mudah-mudahan apa yang di lakukan sesuai harapan masyarakat, sehingga bisa merubah pola prilaku masyarakat dan merangsang ekonomi masyarakat desa, dan setiap kegiatan dikerjakan sesuai perundang-undangan,”tambahnya.

Otang salah seirang warga desa Pagerwangi yang terlibat pada program padat karya tunai di Pagerwangi sangat mengapresiasi pemerintah, karena menurutnya pemerintah mengajak langsung warga setempat, sehingga warga yang kurang mampu dan pengangguran dapat diberdayakan.

“Bagus pemerintah bisa memanfaatkan dana lebih baik, dan dengan program padat karya tunai ini juga bagus sekali dari pada orang luar yang dipekerjakan mending orang dari daerah sendiri,” kata Otang.

Sementara itu dalam rencana pendapatan pemerintahan desa sebesar Rp2.348.515.600, berasal dari Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp100.120.1500, Dana Desa (DD) sebesar Rp883.231.700, Dana Bagi Hasil Pajak Rp175.984.600, Bagi Hasil Retribusi Rp11.236.400, Alokasi Dana Desa Rp675.792.400, Bankeu dari Provinsi Rp115.000.000 dan Bankeu dari Kabupaten sebesar Rp387.150.000.

Dan untuk pengeluaran selama setahun meliputi penyelenggaraan pemerintahan desa Rp 772.250.595 (32,65%), pelaksanaan pembangunan Rp1.342.255.100 (58,24%), Pembinaan terhadap masyarakat Rp63.516.348 (2,68% ), pemberdayaan masyarakat Rp151.735.600 (6,43%) dan pembiayaan sebesar Rp51.212.043 untuk pengeluaran pembiayaan silpa tahun sebelumnya Rp16.212.043 dan penyertaan modal bumdes Rp. 35.000.000. (eko/tra)