Beranda BANDUNG Organisasi Kepemudaan Tanggapi OTT Bupati

Organisasi Kepemudaan Tanggapi OTT Bupati

69
0

PADALARANG – Mejelis Pemuda Indonesia (MPI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) ikut menyikapi kasus yang menimpa pejabat Bandung Barat yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dengan melibatkan Bupati dan tiga kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bandung Barat.

“Saya tidak menyangka Bandung Barat seperti ini dan masalah ini yang tidak kami harapkan,” kata MPI DPD KNPI KBB, Ujang Rohman dalam pertemuan dengan sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) KBB di Balepare Kota Baru Parahyangan Padalarang, Minggu (15/4).

Kasus ini, lanjut dia, menjadi warning bagi seluruh SKPD KBB dan Partai Politik agar tidak terjerumus dalam kasus serupa. Tentunya, SKPD KBB harus berani jujur tidak ikut terjebak dalam tindakan korupsi yang malah bisa menyengsarakan rakyat.

“Walaupun kita tengah prihatin tapi jangan sampai pelayanan kepada masyarakat terhenti. SKPD tetap harus bekerja maksimal mungkin melayani masyarakat dengan baik. Selain itu, kondisi ini juga jangan sampai pasangan calon dan parpol pendukung malah membuat panas suasana. Maka dari itu bikin adem dengan kampanye jujur dan adil,” ungkapnya.

Meski demikian, kata Ujang, calon bupati Bandung Barat terpilih nanti harus berani teken MoU dengan KPK untuk menghindari tindakan korupsi.

“Jangan sampai seperti Subang. Bupati pertama tertangkap KPK selanjutnya bupati kedua dan ketiga pun begitu kena operasi tangkap tangan. Jadi pelajaran saja, cukup KBB kali ini jangan sampai terulang lagi,” ucapnya.

Sementara Ketua MPC Pemuda Pancasila KBB, Daniswara mengatakan setiap kandidat calon bupati dan wakil bupati harus menjunjung sikap yang santun dan demokratis. Dia berharap antar kandidat tidak saling menjatuhkan terlebih yang menggunakan kampanye hitam alias black campaign

“Demokrasi di KBB ini harus mencerminkan karakter yang penuh dengan kesantunan, tidak saling menjelekkan, tidak saling mencela. Karakter itu yang perlu terus kita tumbuhkan. Seperti kampanye hitam itu harus betul-betul kita hilangkan dari proses-proses demokrasi kita,” tegasnya seraya meminta SKPD untuk konsisten melayani masyarakat, sehingga roda pemerintahan di KBB berjalan normal. (sep/tra)

x