Beranda PURWAKARTA Omzet Pedagang Pasar Rebo Menurun, Diduga Akibat Kebijakan Pemerintah

Omzet Pedagang Pasar Rebo Menurun, Diduga Akibat Kebijakan Pemerintah

57
0
MALDIANSYAH/PASUNDAN EKSPRES MENGELUH: Omzet menurun hingga 30 persen para pedagang Pasar Rebo Purwakarta mengeluh. Diduga adanya penurunan daya beli masyarakat yang diakibatkan beberapa kebijakan pemerintah.

PURWAKARTA – Sejumlah pedagang tradisional Pasar Rebo Purwakarta mengeluhkan penurunan pendapatan hingga 30 persen di sejumlah jenis barang dagangan. Kejadian ini dialami sejumlah pedagang dan berlangsung sejak pertengahan tahun 2017 ini.

Salim, 54, salah seorang pedagang klontong misalnya, dirinya mengaku omzet pendapatan penjualannya turun hingga 50 persen.

“Entah darimana awalnya, tiba tiba pembeli sepi dan hanya langganan tetap pengecer rumahan saja yang belanja, itupun kwantitasnya berkurang,” keluhnya.

Salim mengaku, konsumen khususnya untuk profesi karyawan yang dikenalnya seakan akan ditelan bumi tak nongol lagi di tokonya.

“Berapa sih UMK (upah minimal kabupaten) Purwakarta?, kalau dipotong kenaikan bayar listrik, air dan biaya pokok lainnya paling sisa berapa. Mungkin ini penyebab kebanyakan konsumen rumahan khususnya pegawai gak banyak datang ke pasar,” ungkapnya.

Ditemui di lokasi yang sama, Yayan, 30, salah seorang sales produk yang biasa mensuplay ke toko Salim pun menceritakan hal yang sama.

Menurutnya, Penurunan permintaan toko menjadi tolak ukur adanya penurunan daya beli masyarakat.

“Kita suplay ke toko kan berdasarkan pesanan toko, beberapa bulan terakhir ini kami pun mengalami penurunan permintaan dari toko yang kebanyakan cerita pemilik toko karena sepinya pembeli,” tutur Yayan.

Fenomena penurunan daya beli masyarakat diakui Yayan juga dialami rekan suplayer di kabupaten lain.

“Rekan rekan saya di kabupaten lain katanya sih kondisinya sama. Ada penurunan permintaan pengiriman ke toko toko, fariasinya mulai 30 – 50 persen.” Ceritanya.

Penurunan daya beli masyarakat sendiri disinyalir akibat lemahnya pantauan dari pemerintah. Dimana kejadian yang sudah berjalan sejak beberapa bulan ini mengakibatkan liarnya harga barang di pasar pasar tradisional.

“Semoga penurunan daya beli masyarakat bukan karena kebijakan pemerintah pusat yang mencabut subsidi dan naiknya harga tarif listrik juga minimnya investasi ke daerah, untuk itu kami akan cari tau apa penyebab menurunya daya beli masyarakat jika benar adanya,” tutup Warseno wakil ketua DPRD Purwakarta diwawancara perihal di atas melalui sambungan selulernya. (mas/epl)