Beranda SUBANG Mudik ke Tegal Pakai Bajaj

Mudik ke Tegal Pakai Bajaj

58
0
YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES UNIK: Darto bersama tiga anggota keluarganya melakukan mudik dari Jakarta menuju Tegal, Jawa Tengah menggunakan kendaraan Bajaj.

Tidak Pernah Ditilang Polisi

CIASEM- Demi bertemu sanak sodara dan keluarga di kampung halaman, berbagai cara dilakukan oleh pemudik. Mulai dari kendaraan roda dua hingga mudik dengan berbagai macam alan transportasi lainnya.
Adalah Darto bersama 3 anggota keluarganya melakukan mudik dari Jakarta menuju Tegal, Jawa Tengah menggunakan kendaraan Bajaj. Saat Pasundan Ekspres menemui, Darto bersama istri dua anak, serta satu orang saudaranya sedang melakukan makan bersama di pinggir jalan.
Ia menyebutkan bahwa, mudik menggunakan bajaj seperti sudah menjadi tradisi baru di keluarganya.”Sudah biasa sih, sudah bertahun-tahun mudik dengan pake bajaj ini,” kata Darto saat ditemui Pasundan Ekspres.
Darto berujar, mudik dengan menggunakan bajaj itu tidak terlalu sulit dan justru bisa lebih fleksibel. Sebab menurutnya, ia dan keluarga bisa memilih waktu kapan saja untuk beristirahat dan bisa dimanapun.
“Ya seperti ini, kita lapar berhenti dulu pinggir jalan gelar tikar terus makan bersama keluarga,” ujar Darto yang berprofesi sebagai pedagang di Jakarta
Bahkan karena sudah seringnya mudik menggunakan bajaj, ia sudah hafal apa saja yang harus dipersiapkan dan perbekalan apa saja yang harus dibawa.
Sementara itu anak Darto, Daryono mengungkapkan bahwa dirinya di Jakarta berprofesi sebagai pengemudi bajaj. Maka bukan hal baru baginya untuk mengemudikan bajaj bahkan hingga ke Tegal. “Sehari-hari disana narik bajaj, sekalian pulang kampung pakai Bajaj juga,” ucapnya.
Daryono yang bertugas mengemudikan bajaj saat mudik mengatakan bahwa dengan perjalanan sekitar 288 KM tersebut, ia bisa menghabiskan biaya 150 ribu untuk keperluan bahan bakar. “Yang pentingkan saya bisa silaturahmi kumpul dengan keluarga dan selamat sampai tujuan, kalau tidak macet pagi juga sudah sampai” bebernya
Daryono pun keluarganya sendiri khawatir mudik dengan menggunakan bajaj. Karena menurut Daryono, karena jarangnya orang mudik menggunakan bajaj, ia menganggap apa yang dilakukannya bersama dengan keluarga merupakan satu hiburan kala mudik. “Suka dukanya ya satu, menyenangkan, jadi kita anggap aja, kita mudik pakai bajaj itu sambil rekreasi,” imbuhnya.
Bahkan Darto yang telah merantau ke Jakarta selama 20 tahun tersebut menambahkan, selama mudik dengan menggunakan bajaj, ia dan keluarga tidak pernah ditilang atau diberhentikan oleh polisi. “Sudah tradisi orang Indonesia, setahun sekali mudik pakai bajaj ga apa-apa ya,” timpanya
Didalam bajaj sendiri saat Pasundan Ekspres melihat isi ada barang bawaan untuk mudik, satu buah kipas angina serta selimut. Diatas bajaj sendiri terdapat juga barang bawaan yang telah ditutupi terpal. (ygi/ded)