Beranda BANDUNG Metode CSSR Dianggap Paling Tepat dalam Evakuasi Korban Gempa

Metode CSSR Dianggap Paling Tepat dalam Evakuasi Korban Gempa

76
0

 

Tim Basarnas melakukan evakuasi korban gempa. Foto: eko setiyono

BANDUNG BARAT- Sebuah infrastruktur bangunan yang tidak sustainable menjadi pembunuh utama ketika terjadi gempa bumi dahsyat. Oleh karena itu, metode Collapsed Structure Search and Rescue (CSSR) dianggap menjadi metode yang paling tepat dalam evakuasi.

“Dalam pelaksanaan pelatihan Basarnas dan mendapat dukungan dari pengusaha perhotelah dan pariwisata, mereka begitu antusias,”kata kepala Detasemen B Pelopor Satbrimob Polda Jabar, AKBP Nurbaja SIK usai kegiatan simulasi evakuasi bencana gempa bumi di Detasemen B Pelopor Satbrimob Polda Jabar, kemarin (12/4).
Kegiatan simulasi yang melibatkan sejumlah anggota Satbrimob Jabar dan warga mempragakan awal kejadian gempa yang diberiperingati oleh alarm. k
Kemudian warga yang di dalam kantor dan asrama keluar ruangan menuju tempat yang aman.
“Ini antisipasi adanya gempa. Bila terjadi gempa bumi jangan sampai ada korban jiwa mengingat asrama yang sifatnya bersusun. Oleh karena itu kami membekali warga asrama samapai ke titik aman,” sambungnya.
Selain simulasi peringatan dini juga potensi SAR dari Detasemen B Pelopor Satbrimob melakulan simulasi evakuasi korban yang terjebak di dalam reruntuhan gedung dengan menggunalan metode CSSR.
Rowidin asesor dari Basarnas mengatakan, CSSR adalah metode untuk mencari, menemukan lokasi, menstabilkan dan membebaskan korban yang terjebak dalam bangunan yang runtuh dengan prosedur paling aman, paling tepat, baik untuk regu penyelamat maupun korban.
Rowidin menambahkan, ada beberapa langkah evakuasi dari reruntuhan sampai ke titik aman. Awalnya assement untuk mengetahui ada beberapa korban yang terjebak, lalu melakukan proses evakuasi sebelumnya membuat akses masuk recuer.
“Peralatan yang digunakan baik alat ringan maupun alat berat. Mulai martil, kunci pas, chainsaw, rotary hammer drill, hingga generator dan radio trunking serta alat proteksi diri (APD). Mulai helm, masker, kaus tangan hingga sepatu boot (safety),” paparnya.
Hasil dari simulasi tersebut, tim asesor Basarnas menilai tim Potensi SAR Satbrimob tersebut pada kategori baik.
“Alhamdulilah secara keseluruhan cukup bagus setelah tiga hari diaplikasikan,” jelasnya.(eko/din)