Beranda HEADLINE Menanti Dewan Kesenian Kembali Aktif

Menanti Dewan Kesenian Kembali Aktif

110
0

SUBANG-Kiprah dan kegiatan Dewan Kesenian Subang sudah lama tidak terdengar. Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Didin Mahpudin mengaku tidak memiliki dokumen kepengurusan lembaga tersebut.
Bahkan Didin mengaku tidak pernah mendapat ajuan program kegiatan. Meski demikian, pihaknya akan mencoba melakukan koordinasi agar Dewan Kesenian kembali hidup.
“Kita tidak punya dokumen tentang Dewan Kesenian, pengurusnya tidak tahu siapa saja. Kami berharap Dewan Kesenian hidup kembali lebih aktif. Berkegiatan sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Jika perlu pergantian pengurus, segera dilaksanakan,” kata Didin.
Apalagi kata Didin, potensi kesenian di Subang sangat besar, banyak seniman Subang berkiprah di luar. Hal ini juga perlu diperjuangkan menyongsong kepemimpinan kepala daerah baru di periode selanjutnya. Agar kesenian lebih diperhatikan.
Terpisah, Ketua Dewan Kesenian Abah Renggo mengatakan, selama ini Dewan Kesenian hanya bekerja memberi masukan kepada pemerintah. Sebab kata dia, pemerintah tidak begitu memperhatikan seni budaya tradisional di Subang.
Semestinya kata Wawan, pemerintah memiliki keinginan untuk menjadikan Subang sebagai daerah yang melestarikan seni tradisional secara serius. Menjadikan Subang sebagai lumbung seni tradisional di Jawa Barat.
“Persoalannya, pemerintah daerah belum bisa memproteksi, membina kesenian-kesenian tradisional sehingga kesenian mampu menyejahterakan masyarakatnya,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres, kemarin (13/3).
Dia menyebut, dari sekian banyak kesenian tradisional di Subang yang masih ‘hidup’ hanya dua. Yaitu sisingaan dan jaipongan. “Calung, reog, gembyung dan lainnya sudah jarang terlihat. Karena memang tidak ada penanganan khusus dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Dia menyarankan, Subang sebagai lumbung seni tradisional Jawa Barat semestinya ada etalase dalam bentuk taman budaya. Taman budaya itu sebagai media untuk menghidupkan kembali seni-seni tradisional yang jarang terlihat. “Sudah saya usulkan sejak lama dari dulu, tapi belum ada juga taman budaya ini,” ungkapnya.
Mengenai tugas dewan kesenian lanjut Wawan, sifatnya hanya menyampaikan ide dan gagasan kepada pemerintah. Sedangkan yang melakukan pembinaan terhadap pelaku-pelaku seni yakni pemerintah daerah itu sendiri. “Kami hanya menyampaikan gagasan saja, pemerintah yang harus membinanya,” ujarnya.(ysp/man)