Beranda PURWAKARTA Masyarakat Diminta Kritis saat Terima Obat

Masyarakat Diminta Kritis saat Terima Obat

53
0
MALDIANSYAH/PASUNDAN EKSPRES SOSIALISASI: Anggota DPR RI Putih Sari, Wakil Bupati Dadan Koswara, Direktur Pelayanan Kefarmasian Kemkes dra. Dettie Yuliati, Apt. MSi bersama masyarakat setelah kegiatan sosialisasi Gema Cermat di Gedung Kahuripan, Wanayasa, Purwakarta, Kamis (7/9) sore.

Anggota DPR RI Putih Sari Sosialisasikan Gema Cermat

PURWAKARTA- Anggota Komisi IX DPR RI drg Putih Sari mengingatkan kepada masyarakat Purwakarta untuk mengkonsumsi obat secara tepat dan benar. Untuk itu masyarakat diminta kritis dalam menerima resep obat dari dokter seperti indikasi penggunaan, manfaat, cara pemakaian dan sebagainya.

“Hal ini penting supaya masyarakat paham sebelum mengkonsumsi obat sehingga bisa menghindari kekeliruan dalam penggunaannya,” ujar Putih Sari dalam acara sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) di Gedung Kahuripan, Wanayasa, Purwakarta, Kamis (7/9) sore.

Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dengan melibatkan anggota Komisi IX DPR, Dinas Kesehatan kabupaten Purwakarta, dan para apoteker setempat.

“Kami selaku anggota Komisi IX DPR mendukung program Kemkes dalam memberdayakan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” jelas anggota Fraksi Gerindra DPR ini.

Menurut Putih Sari, berdasarkan laporan selama ini banyak masyarakat yang melakukan swamedikasi dengan langsung membeli obat ke toko obat atau apotik. Apalagi memang ada obat yang bisa dibeli bebas tanpa resep dokter. Untuk itu, masyarakat mesti kritis sehingga tidak salah dalam menggunakan obat.

“Jangan sampai minum obat yang sudah kadaluwarsa, atau yang salah. Pemerintah sudah menyediakan dan mengalokasikan anggaran obat gratis untuk warga,” tutur putih.

Selain mengajak masyarakat untuk menggunakan obat yang tepat dan benar, Putih Sari juga meminta mereka untuk bisa menjadi narasumber bagi warga lain tentang masalah itu.

Sosialisasi Gema Cermat ini juga dihadiri Wakil Bupati Dadan Koswara. Dalam sambutannya, Wabup menyambut baik kegiatan ini karena memberi penyadaran kepada masyarakat agar mengkonsumsi obat tidak sembarangan. Dalam kesempatan itu, Dadan juga menyematkan lencana kepada 10 apoteker yang dinobatkan sebagai agen of change dalam mengedukasi kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Kefarmasian Kemenkes dra. Dettie Yuliati Apt. MSi yang hadir sebagai narasumber dalam acara itu menjelaskan secara detail tentang cara pengunaaan dan penyimpanan obat. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak sembarangan membeli obat.
“Hidup sehat memang mahal demikian dengan membeli obat untuk sehat agar masyarakat bisa lebih teliti sesuai kebutuhan, dan jangan terobsesi obat mahal itu manjur,” tutupnya. (adv/mas/epl)