Beranda SUBANG Masalah Pengairan Mesti Ditanggapi Serius

Masalah Pengairan Mesti Ditanggapi Serius

67
0
YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES PERLU DIPERBAIKI: Salah satu saluran air di Jalan Jend Achmad Yani, Pasirkareumbi, Subang yang sering meluap saat turun hujan hingga menggenangi jalan.

SUBANG– Banyaknya keluhan yang datang dari masyarakat mengenai saluran air yang sering menimbulkan banjir ditanggapi serius oleh Pemerintah Kabupaten Subang. Saat ini Dinas PUPR sedang melakukan pendataan saluran air yang perlu dijadikan prioritas perbaikan. Selain itu, guna meminimalisir sumbatan air akibat sampah, BP4D Subang juga tengah memproses pengajuan pengadaan becak motor dari tiga puluh kecamatan untuk mengangkut sampah.

Kabid Pengairan PUPR, Andri Supriatna mengatakan, banyak pekerjaan rumah yang harus ia selesaikan mengenai pembenahan pengairan di Kabupaten Subang. Oleh karena itu, langkah pertama yang sedang ia lakukan adalah membuat skala prioritas perbaikan saluran air.
“Kita lakukan pendataan terlebih dahulu. Mana yang sangat mendesak untuk segera dilakukan perbaikan. Selain itu kita juga harus pelajari sebab sumbatan yang mengakibatkan seringnya air tumpah ke jalan atau menimbulkan banjir,” ujarnya.

Sebagai contoh luapan air di Jalan Jend Achmad Yani, Pasirkareumbi yang selalu dilanda banjir saat hujan datang. Andri sampai saat ini belum bisa memastikan penyebab pastinya. Menurutnya ada beberapa dugaan penyebab meluapnya air di jalan tersebut, pertama karena sistem drainase yang buruk atau karena penyebab lainnya.
“Harus segera dilakukan perbaikan, karena air yang tumpah ke jalan raya akan menyulitkan pengendara yang melintas. Khususnya pengendara motor. Nanti kita lihat itu dari drainase nya atau dari penyebab lainnya,” jelasnya.

Selain itu, Andri juga menjelaskan pengairan di Subang harus diatur sebaik mungkin. Apalagi Subang dinilainya memiliki banyak lahan pertanian dan perkebunan yang membutuhkan pasokan air. Menurutnya, hal ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama.
“Secepatnya akan dilakukan perbaikan. Sebelum terjadi kerugian,” tambahnya.

Sementara itu, sekretaris BP4D Subang, Dini mengungkapkan pada tahun 2017, dalam musrenbang banyak kecamatan yang menginginkan adanya becak motor. Hal ini guna memudahkan pemerintah kecamatan untuk mengurus masalah sampah yang sering menjadi permasalahan di lapangan.
“Usulan becak motor akan segera ditindaklanjuti. Ada tiga puluh kecamatan yang mengajukan pengadaan becak motor pengangkut sampah. Agar wilayahnya tidak kumuh lagi jika sampah cepat diangkut oleh becak motor,” ujarnya. (ygo/tra)