Beranda PURWAKARTA Mantapkan Koalisi, PDIP dan Golkar Jabar Gelar Pertemuan

Mantapkan Koalisi, PDIP dan Golkar Jabar Gelar Pertemuan

52
0
MALDIANSYAH/PASUNDAN EKSPRES KOALISI: DPD PDIP dan DPD Golkar Jawa Barat melakukan pertemuan, kemarin (9/8) menggelar pertemuan di Kantor DPD PDIP Jawa Barat, Jalan Pejuang 45, Kota Bandung. Keduanya mantapkan koalisi menghadapi Pilgub.

Purwakarta – Dewan Pimpinan Daerah Partai Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (Golkar), kemarin (9/8) menggelar pertemuan di Kantor DPD PDIP Jawa Barat, Jalan Pejuang 45, Kota Bandung.

Pertemuan ini digelar dalam rangka memantapkan skema koalisi kedua partai tersebut menjelang Pilkada serentak 2018 dan Pemilihan Gubernur Jawa Barat.

Kesamaan platform menjadi alasan kedua partai pendukung pemerintah tersebut untuk menjalin koalisi, basis value nasionalisme dan kekaryaan dianggap menjadi solusi atas permasalahan yang hari ini tengah mendera publik Jawa Barat.

“Kami menyebut ini pertemuan kebangsaan, atas dasar kesamaan visi pelayanan kepada rakyat, wa bil khusus publik Jawa Barat, platform kami sama, nasionalis religius, maka dari pertemuan tadi kami bicarakan entry point apa saja yang bisa kita lakukan untuk rakyat,” ujar Ketua DPD PDIP Jawa Barat, TB Hasanudin.

Terkait pemilihan Gubernur Jawa Barat, Juni 2018 mendatang, pria yang akrab disapa Kang TB itu secara tegas menyatakan bahwa sesuai dengan arahan DPP PDIP pihaknya sudah diminta untuk mencari mitra koalisi. Arahan tersebut juga menyebutkan, Partai Golkar sebagai mitra khusus yang harus bekerja sama dengan PDI Perjuangan.

“Ya, sesuai arahan DPP PDIP kami diminta untuk mencari mitra koalisi, wa bil khusus dengan Partai Golkar, kami tidak mempermasalahkan nomor satu (baca : Gubernur.red) atau nomor dua (baca: Wakil Gubernur.red), karena yang terpenting itu adalah pengabdian kami untuk rakyat Jawa Barat,” katanya menambahkan.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, ia yang datang dengan mengenakan batik nuansa kuning dan peci hitam mengatakan bahwa konstruksi pembangunan di Jawa Barat tidak boleh dimulai dari nama per nama. Akan tetapi, menurutnya harus dimulai dari kesamaan visi dan narasi program.

“Kesamaan visi ini nanti pada tatanan program harus membawa implikasi positif bagi masyarakat Jawa Barat berupa ketahanan pangan, ketahanan culture dan ketahanan ekonomi sehingga sifat pembangunan itu tidak saling mengalahkan melainkan saling melengkapi secara utuh dan holistik,” ujar Dedi.

Meski kedua partai ini telah bulat membangun koalisi untuk Pilkada Jawa Barat dan Pilkada Kabupaten/Kota, namun masing-masing tidak menutup pintu bagi kemungkinan bergabungnya partai lain.

Adapun nama-nama yang akan bertarung dalam Pilkada serentak 2018, baru akan diputuskan pada bulan Desember 2017, akhir tahun ini. (mas/epl)