Beranda SUBANG Manfaatkan Jerami Padi Jadi Nilai Rupiah

Manfaatkan Jerami Padi Jadi Nilai Rupiah

66
0

CIASEM- Siapa sangka Jamur Merang asal SUbang dalam kemasan bisa menembus pasar Jakarta dan Bandung. Adalah Wahyudin asal Dusun Krajan Desa Sukahaji Kecamatan Ciasem seorang pengrajin Jamur Merang. Hasil budidaya Jamur Merang, diolah dan diproduksi menjadi Jamur kemasan/blacing sebanyak 1000 bungkus/hari.

Menurut Wahyudin kegiatan usaha budi daya Jamur Merang itu, sudah sejak lama digelutinya. Dia memanfaatkan jerami padi sawah, untuk dijadikan bahan pokok Jamur Merang. Saat ini dia mengelola budi daya jamur merang itu sebanyak tiga kumbung.

“Untuk satu Kumbung, kita butuh tenaga kerja 6 orang. Masing masing punya tugas sendiri, kalau satu kumbung 6 orang, tiga kumbung jadi 18 orang tenaga kerja,” ujarnya.

Wahyudin mengungkapka pengolahan produksi jamur merang menjadi jamur kemasan, tenaganya dari lingkungan sekitar umumnya ibu rumah tangga. “Proses budidaya jamur ini selama 20 hari hingga panen. dan panen harian bisa mencapai 20 harian,” katanya kepada Pasundan Ekspres, kemarin (15/5).

Bahkan kata Wahyudin, sambil menunggu masa panen habis, dirinya kerap kali menyiapkan pengomposan kembali untuk produksi kembali. “Jadi sambil menungu panen selesai, kita mulai mengolah produksi lagi. Panen beres, kita siap produksi lagi,” ujarnya.

Pengolahan hasil budi daya Jamur Merang itu, dalam sehari bisa mengemas 1000 bungkus jamur blacing. Dirinya masih menggunakan alat sederhana dalam proses produksi jamur tersebut.

Oleh karena itu, guna hasil yang lebih maksimal pihaknya membutuhkan bantuan alat produksi. “Kalau bisa pemda melalui program UMKM bantu kami, agar produksi lebih cepat dan maksimal,” tambahnya.

Kemasan jamur blicing ini kata dia, baru pertama di Jawa Barat, dia bertekad akan terus mengembangkan potensi budi daya jamur yang langsung diolah menjadi makanan kemasan. Dengan kadaluarsa enam bulan hingga satu tahun. Untuk harga kemasan Jamur Merang ini dibandrol cukup murah hanya Rp 33.000/bungkus.

Kerajinan tersebut memanfaatkan jerami padi di area sawah di wilayah kecamatan Ciasem dan sekitarnya. “Anak muda disini jadi punya pekerjaan, mesik upahnya sedikit cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.(ygi/dan)