Beranda EDUKASIA Longyam, Solusi Sukses Budidaya Nila dan Ayam

Longyam, Solusi Sukses Budidaya Nila dan Ayam

31
0

PURWAKARTA-Kuliah Pengabdian Umat Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Muhajrin Kelompok 6 Desa Sawah Kulon sukses menggelar “Seminar Penerapan Manajemen Ekonomi Islam dalam Masyarakat” dan pelatihan “Pengembangan Potensi Ekonomi Budidaya Ikan dan Ayam dengan Metode Balong Ayam (Longyam) di Kantor Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, belum lama ini.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Fraksi Hanura Darmita SE, Ketua Kelompok Mina Saluyu H Samijo Endo, para peserta seminar, dan warga setempat.

Ketua Pelaksana Enjang Permana mengatakan, penerapan Ekonomi Islam harus sudah berjalan di masyarakat, sehingga dapat meminimalisir praktik riba yang masih berkembang di masyarakat. “Untuk itu kami selaku agen perubahan mendorong berkembangnya sistem syariah dalam masyarakat yang madani,” kata Enjang.

Selain itu, pihaknya juga memberikan gambaran mengenai penerapan Ekonomi Islam yaitu melalui Pembudidaya Ikan Mina Saluyu, dengan mengemas segala aspek administrasi serta segi bisnisnya berjalan melalui akad akad sesuai ekonomi syariah.

“Mina Saluyu merupakan pelopor sukses budidaya ikan nila di Purwakarta dan berhasil masuk 3 besar kejuaraan nasional. Kelompok ini sukses menerapkan sistem manajemen dan penerapan yang profesional karena dibarengi dengan pembinaan secara berkala,” ujarnya.

Enjang menambahkan, kesuksesan Mina Saluyu juga berkat kerjasama dengan para mahasiswa dalam hal penyuluhan, kesehatan pangan, serta perawatan tempat. “Sehingga Mina Saluyu memiliki fondasi yang kuat dari segala sisi,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Kelompok Mina Saluyu H Samijo Endo yang juga Penemu Metode Longyam mengungkapkan keunggulan metode tersebut di antaranya irit dalam penggunaan pakan dan mempercepat pertumbuhan ikan.

“Balong mengandung plankton yang tumbuh subur setelah memakan kotoran ayam dan itu menjadi konsumsi utama ikan. Metode ini juga dapat meminimalisir kerugian yang disebabkan kematian dan didukung inovasi pengembangan balong, serta dikuatkan riset yang dilakukan mahasiswa dan berbagai pihak terkait lainnya,” kata Samijo.(add/epl)