Beranda HEADLINE Lima Kecamatan Krisis Air Bersih, Pemkab Nyatakan Status Siaga Bencana

Lima Kecamatan Krisis Air Bersih, Pemkab Nyatakan Status Siaga Bencana

97
0
USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES KESULITAN AIR: Seorang anak memanggul air yang di dapat dari BPBD Karawang akibat kekeringan yang melanda beberapa waktu terakhir.

KARAWANG-Kekeringan di Kabupaten Karawang semakin meluas. Sedikitnya 23 ribu warga Karawang terkena dampak kekeringan pada kemarau tahun 2017. Akibatnya, puluhan ribu warga di 5 kecamatan mengalami kesulitan air bersih.
“Kita sudah melaporkan kepada provinsi. Lebih dari 23 ribu di Karawang yang sudah terkena dampak kekeringan pada saat ini,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Banuara Nadeak, kemarin (11/9).

Kondisi kekeringan yang paling berdampak, menurut Banuara, terjadi di 5 kecamatan meliputi Tegalwaru, Ciampel, Pangkalan, Telukjambe Barat dan Telukjambe Timur.
“Pertama memang mereka merupakan wilayah dataran tinggi. Tetapi itu pun masih tidak menyeluruh hanya di berbagai titik,” kata dia.

Meski sudah begitu banyak warga yang terkena dampak kekeringan, Pemkab Karawang mengaku masih belum menaikan status bencana kekeringan dengan alasan masih belum berdampak terlalu besar.
“Kita masih menyatakan status siaga darurat. Kalau darurat bencana belum kita tentukan. Karena kalau kita lihat, masih tidak berdampak besar atau luas,” kata dia.

Untuk penanganan, pihak BPBD akan segera melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi infrastruktur di Karawang untuk melakukan pemasangan pipanisasi pada sejumlah titik wilayah kekeringan.
“Besok kita akan buat suratnya untuk PUPR. Agar mereka membantu kita untuk membangun pipanisasi. Pemasangan pipa ini akan kita lakukan dengan mencari titik mata air yang nanti akan menghubungkan dengan pemukiman. Supaya warga tidak terlalu jauh mengambil sumber air,” katanya. (aef/din)