Beranda HEADLINE Lihat nih… Tradisi Lempar Uang di Jembatan Sewo

Lihat nih… Tradisi Lempar Uang di Jembatan Sewo

156
0

SUBANG-Tradisi lempar uang di jembatan Sewoharjo, Kecamatan Pusakanagara, hingga saat ini masih terus dilakukan para pengendara yang melintas di jalur pantura. Warga pun memungutnya dengan suka cita, meski bahaya mengancam keselamatannya.

Untuk mengantisipasi kecelakaan, yang bertepatan dengan padatnya lalu lintas arus mudik tahun ini, aparat kepolisian terus melakukan upaya penertiban terhadap masyarakat yang memungut uang koin di Jembatan Sewoharjo.

Seperti diketahui, jembatan yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Subang dan Kabupaten Indramayu ini kerap mengundang perhatian dengan adanya tradisi lempar koin dari pengendara yang melintas, yang kemudian dipungut warga sekitar.

Kapolsek Pusakanagara, Kompol Syahidin mengatakan, guna melancarkan arus mudik, Senin (11/6) malam, pihaknya bersama Koramil Pusakanagara melakuan operasi gabungan untuk menertibkan dan memberikan imbauan kepada masyarakat.

“Kita tempatkan petugas di area pinggir serta lakukan imbauan untuk masyarakat untuk menjauhi pinggiran jalan,” kata Kapolsek.

Namun sepertinya imbauan tersebut belum diikuti warga. Kemarin (12/6), saat Kompol Syahidin mengecek kembali, masyarakat sudah kembali berada dipinggir jalan untuk memungut koin yang sudah menjadi tradisi tersebut.

“Tadi malam padahal sudah dibubarkan, sudah disterilkan dan kita imbau untuk ke rumah masing-masing, tapi ya ternyata tidak mudah,” ujarnya.

Kompol Syahidin juga mengaku sudah dan akan terus berusaha semaksimal mungkin menjaga kelancaran arus mudik sesuai arahan pimpinan serta keselamatan warga sekitar Jembatan Sewoharjo.

“Tapi memang perlu upaya lebih, kita juga panggil kepala desanya untuk memberikan arahan pada warganya,” bebernya.

Sementara itu Kusnaedi, salah satu warga yang ikut memungut koin mengatakan, kegiatan pungut uang koin sudah menjadi tradisi bagi warga sekitar. Meski begitu, menurutnya kini tidak hanya warga setempat, sebab, kini sudah banyak yang bukan warga setempat tetapi ikut memungut koin. “Sekarang sudah dari mana-mana, liat aja sekarang panjang gini, ada seratus (orang) mah kayanya,” ujar Kusnaedi.(ygi/din)