Beranda PRO DESA Lembang Bakal Punya Perguruan Tinggi Pariwisata

Lembang Bakal Punya Perguruan Tinggi Pariwisata

19
0
ASEP IMAM MUTAQIN/PASUNDAN EKSPRES TAHAP PEMBANGUNAN: Gedung kampus STP Bandung yang berlokasi di Jalan Raya Lembang KBB ini masih dalam tahap pembangunan.Diproyeksikan kampus ini bakal menampung 400 siswa.

LEMBANG – Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebentar lagi akan memiliki sebuah kampus Perguruan Tinggi yang khusus membidangi pariwisata. Kampus itu bernama Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung (NHI Bandung) yang bernaung dibawah Yayasan Kopensi STP Bandung.

Kampus yang rencananya bisa menampung ribuan mahasiswa itu, saat ini masih dalam proses pembangunan yang berlokasi di Jalan Raya Lembang Desa Gudangkahuripan Kecamatan Lembang KBB.

“Pembangunan saat ini masih berlangsung yang diperkirakan mencapai 52 persen. Saat ini sedang dalam proses pembangunan gedung utama, untuk kantor dan ruang kelas,” kata Ketua Yayasan Kopensi STP Bandung, Ade Rakhmanto kepada Pasundan Ekspres di Lembang, Rabu (6/12).

Dia menambahkan pembangunan tahap pertama di atas lahan seluas 733 meter persegi dengan memiliki 3 lantai untuk ruangan kantor, teori dan praktek. Selanjutnya rencananya akan diperluas hingga 2500 meter persegi lantaran minat yang masuk ke NHI cukup tinggi.

“NHI itu di bawah STP Bandung, hanya bedanya kami itu swasta kalau STP Bandung sekolah negeri. Pembangunan kampus NHI yang ada di Lembang saat ini mampu menampung siswa sampai 400 orang,” ujarnya.

STP Bandung yang berlokasi di Lembang ini, kata dia, hanya membuka satu jurusan yakni perhotelan dengan jenjang pendidikan sampai D3. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan kedepanya akan bertambah jurusan seiring kebutuhan kepariwisataan di Kabupaten Bandung Barat.

“Kedepannya bisa dikembang lagi menjadi universitas yang memiliki beberapa jurusan/fakultas khusus yang membidangi pariwisata,” jelasnya.

Meski dibawah naungan Yayasan, dipastikan bahwa STP Bandung ini sama dengan STP Bandung/NHI Bandung yang sudah terkenal terlebih dahulu.

“Karena sekolah ini menginduk ke STP Bandung, maka mulai dari kurikulum hingga dosen pengajarnya dari sana,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KBB, Eber Simbolon mendorong penuh agar di KBB dapat berdiri sejumlah perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Hal itu guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) serta memberikan kemudahan bagi warga KBB untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dengan jarak yang lebih dekat.

“Kami sangat mendorong sekali adanya perguruan tinggi atau universitas di Bandung Barat. Karena keberadaanya dapat meningkatkan SDM masyarakat,” kata Eber.

Menurut politisi Partai Hanura ini, hadirnya perguruan tinggi di Kabupaten Bandung Barat sangat dibutuhkan. Hal itu melihat potensi dari warga Bandung Barat yang cukup tinggi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Sejauh ini, kata dia, sudah ada dua perguruan tinggi yang akan berdiri di Kabupaten Bandung Barat. Pertama, Universitas Kristen Maranatha berlokasi di Kota Baru Parahyangan. Kedua, Universitas Katolik Parahyangan di Desa Tagog Apu Padalarang.

“Sudah ada dua universitas yang akan berdiri di Kabupaten Bandung Barat. Untuk Maranatha itu sekarang tengah dalam pembangunan, itu diketahui setelah saya mengecek langsung ke lokasi. Kedua, Parahyangan juga akan berdiri di Tagog Apu. Wilayah Kabupaten Bandung Barat ini memang cocok hadirnya perguruan tinggi, selain akses yang memadai juga potensinya SDM-nya jelas ada,” ungkapnya.

Eber menambahkan, selain kedua perguruan tinggi tadi, diharapkan hadir juga perguruan tinggi lainnya seperti khusus di bidang pariwisata. Karena, sesuai dengan kondisi geografis Kabupaten Bandung Barat yang memiliki keunggulan di bidang pariwisata mulai dari perhotelan dan objek wisata.

“Apalagi kalau hadir perguruan tinggi di bidang pariwisata, tentu dewan mendukung sekali,” katanya.

Namun demikian, ujar dia, pemerintah daerah juga harus mampu menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi yang akan berdiri di Kabupaten Bandung Barat. Salah satunya harus ada MoU soal skala prioritas warga Kabupaten Bandung Barat saat masuk ke perguruan tinggi tersebut. “Artinya kalau warga Kabupaten Bandung Barat yang ingin masuk perguruan tinggi harus diberikan kemudahan dan prioritas utama. Makanya, harus ada MoU,” ujarnya. (sep/tra)