Beranda SUBANG Kunjungi Subang, Pemkab Agam Belajar Pengelolaan PBB dan BPHTB

Kunjungi Subang, Pemkab Agam Belajar Pengelolaan PBB dan BPHTB

19
0
DADAN RAMDAN / PASUNDAN EKSPRES CINDERA MATA: Asda I Bidang Pemerintahan Pemkab Subang Bambang Suhendar menyerahkan Cindera Mata kepada Asda Bidang Administerasi dan Keuangan Pemkab Agam, Dafrines di ruang aula Dinas Arsip Daerah Kabupaten Subang, kemarin (7/12)

SUBANG– Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan dan studi banding terkait pengelolaan dan penerimaan PBB dan BPHTB. Rombongan pejabat eselon dan 15 camat Kabupaten Agam disambut oleh Asda I Bidang Pemerintahan Bambang Suhendar, kemarin (7/12).

Presentase program pengelolaan PBB dan BPHTB berlangsung di ruang Dinas Arsip Daerah.

Rencananya mereka berada di Kabupaten Subang selama dua hari. Selain itu rombongan akan mengunjungi sejumlah kecamatan dan desa serta obyek wisata di Kabupaten Subang.

Dalam paparannya, Asda I Bidang Pemerintahan, Bambang Suhendar menyampaikan kondisi serta potensi pendapatan daerah Kabupaten Subang.
Topografi Subang hingga potensi sumber daya alam seperti, pertanian, perkebunan, tambak udang, kampung nelayan, pariwisata serta potensi alam lainnya.
Sekilas sambutan dari Pemkab Agam yang disampaikan oleh Asda I Bidang Pemerintahan Kabupaten Agam, Yosefriawan menyatakan bahwa dengan silaturahmi dan studi banding kali ini, pihaknya bisa mengadopsi keberhasilan Kabupaten Subang dalam meningkatkan pendapatan di daerahnya.

Terutama pendapatan dari pajak bumi dan bangunan (PBB) dan BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Dimana Kabupaten Subang telah berhasil mendongkrak angka pendapatan dari sektor PBB dan BPHTB.
“Yang jelas kami ingin belajar bagaimana sistem pengelolaan dan penerimaan potensi pajak, sehingga bisa meningkat,” ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Subang dianggap berhasil dalam pengelolaan PBB P2 dan BPHTB, sehingga bisa meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.
Sementara itu Asda Bidang Administerasi dan Keuangan Kabupayen Agam, Dafrines juga menyampaikan bagaimana sistem tata kelola pajak khususnya PBB sehingga distribusi tagihan pajak dan setoran pajak bisa lebih mudah dengan persentase yang besar hingga 100 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Agam Hendri G menyampaikan bahwa dengan studi banding ini diharapkan adanya sebuah perubahan dan peningkatan pajak daerah di kabupatennya.
“Pola dan sistem apa yang harus kita adopsi dari BPKD Kabupaten Subang, yang bisa menjadi bahan acuan program peningkatan pajak di Kabupaten Agam,” tuturnya.

Kabid PAD I, Fachrudin menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan dan pendapatan pajak daerah di Kabupaten Subang dapat meningkat dengan melakukan sebuah instrumen kegiatan dan program seperti penguatan jaringan atau kolektor dan reward bagi pemerintah desa atau kecamatan bagi yang melunasi target pajak atau PBB.
Menurutnya, kenaikan tersebut ditopang oleh adanya penelusuran piutang PBB sebesar 7 miliar dan realisasi penerimaan dari denda 700 jutaan PBB. Untuk pendapatan dari BPHTB ditopang oleh banyaknya peralihan hak kepemilikan karena transaksi jual beli tanah dan hak waris.

Pencapaian diatas terget itu, untuk PBB dari target Rp30 miliar realisasi target mencapai Rp37,7 miliar. Sedangkan untuk pendapatan dari BPHTB yaitu dari target Rp28 miliar melampaui target hingga 60 persen, yakni pada angka Rp64 miliar.
“Ini berkat kerja keras tim penelusuran piutang dan denda juga banyaknya transaksi jual beli tanah,” pungkasnya.(dan/din)