Beranda SUBANG KPAI Pastikan Kondisi Anak Pengungsi

KPAI Pastikan Kondisi Anak Pengungsi

56
0
YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES BERI SEMANGAT: Ketua KPAI, Drs Sutanto MA bersama Kapolres Subang AKBP Mohammad Joni mengunjungi para santri Ponpes Miftahul Huda Ciasem di Rumah Singgah Dinas Sosial Kabupaten Subang.

Tiga Orang Diperbolehkan Pulang

SUBANG-Sejumlah santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Ciasem hingga saat ini masih menempati Rumah Singgah Dinas Sosial Kabupaten Subang. Pemkab Subang hingga saat ini belum bisa menemukan solusi mengatasi masalah yang menimpa mereka.

Seperti diketahui, pada akhir tahun 2017 lalu, sejumlah santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Ciasem beserta keluarganya harus terusir dari ponpes yang berlokasi di Kampung Bungur, Desa Sukahaji, Kecamatan Ciasem. Selain orang dewasa, terdapat diantaranya anak-anak. Demi keamanan, mereka kemudian ditempatkan di Rumah Singgah Dinas Sosial Kabupaten Subang.

Rupanya persoalan tersebut mendapat respon dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Kemarin (12/1), Ketua KPAI, Drs Sutanto MA mengunjungi Rumah Singgah Dinas Sosial di Jalan DI Panjaitan. Kunjungan tersebut untuk memastikan kondisi anak-anak para pengungsi.

Meski kondisi anak-anak pengungsi terlihat ceria, Sutanto berharap permasalahan ini secepatnya bisa selesai.
“Kunjungan kami kesini untuk memastikan kondisi anak-anak yang diungsikan dari Ponpes Miftahul Huda ke Rumah Singgah Dinsos Subang ini,” tuturnya.

Dijelaskan Sutanto, kunjungan kali ini juga untuk melihat sejauh mana pemenuhan hak dasar bagi anak-anak serta menegaskan harus berapa lama lagi anak-anak tersebut harus tinggal di Rumah Singgah Dinsos.

Hal seperti ini, menurutnya sangat penting. Kata Sutanto, anak-anak tidak boleh terlalu lama berada di Rumah Singgah.
Di kesempatan yang sama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang, Drs Rahmat Effendi mengatakan, beberapa hari lalu 3 orang santri yang sebelumnya tinggal di Rumah Singgah, diperbolehkan pulang ke rumahnya di Bekasi dan Cikampek.
Hingga saat ini, pihaknya terus berkordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan warga bisa menerima para santri.(ygo/din)