Beranda EDUKASIA KPAD Usulkan Ruang Ramah Bermain

KPAD Usulkan Ruang Ramah Bermain

65
0
DOK. PASUNDAN EKSPRES DISKUSI: Para komisioner KPAD Subang berbincang mengenai perlindungan anak di kantor KPAD Subang, beberapa waktu lalu.

Terus Dorong Lahirnya Perda Perlindungan Anak

SUBANG-Melindungi anak dari kejahatan merupakan tanggungjawab bersama. Kerap kali anak menjadi korban kekerasan baik fisik maupun pencabulan dan persetubuhan.

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Subang, tercatat empat kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur, pencabulan dan persetubuhan terhadap anak tercatat 12 kasus di tahun 2017 ini.

Perlu ada upaya yang konkrit agar bisa meminimalisir kasus kejahatan terhadap anak di bawah umur.

Komisioner KPAD Subang, Jaka Arizona memandang perlu dibuatkannya Perda tentang perlindungan anak. Perda tersebut, kata dia, dijadikan dasar untuk seluruh komponen baik pemerintah maupun masyarakat untuk sama-sama bertanggungjawab melindungi anak-anak.
“Kami terus menginisiasi agar adanya Perda tentang perlindungan anak. Kami sudah sampaikan ke DPRD mengenai hal ini,” katanya kepada Pasundan Ekspres belum lama ini.

Belum adanya Perda dengan masih adanya kekerasan terhadap anak memang bukan menjadi alasan mengapa kekerasan anak masih saja terjadi. Bahkan ketika ada Perda pun belum tentu menjamin kekerasan terhadap anak di Subang berkurang.
“Setidaknya dengan adanya Perda memperkuat peranan masyarakat dan komponen lainnya yang mengurusi soal anak untuk lebih bertanggungjawab melindungi anak-anak dari kejahatan,” jelasnya.

Lebih dari itu, setelah adanya Perda, perlu adanya ruang bermain bagi anak-anak. Ruang bermain itu sebagai bentuk kepedulian daerah terhadap anak-anak.
“Ruang bermain anak ini sebagai bentuk bahwa Subang sebagai kota ramah anak,” ujarnya.

Pada peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan KPAD Subang bulan Juli lalu, Anggota DPR RI Linda Megawati meminta Pemkab Subang untuk menyiapkan ruang terbuka untuk bermain anak-anak.

Menurutnya, kehadiran Kota Ramah Anak ini menjadi salah satu strategi memberi dan melindungi hak anak, sekaligus menjaga anak dari kejahatan dengan sasaran anak-anak.(ysp/epl)