Beranda FEATURE Komunitas OneArt, Anak Muda Subang Pecinta Seni Gambar

Komunitas OneArt, Anak Muda Subang Pecinta Seni Gambar

55
0
Istimewa GRAFFITI SINGA . Toto salah satu anggota komunitas OneArt Subang dengan karya graffiti gambar singa yang terletak di Jalan Otista Gang Anggrek Subang, beberapa waktu lalu.

Membuat Mural dan Graffiti Sepanjang 100 Meter

Jika melintas di Jalan Otista Gang Anggrek, akan ditemui gambar-gambar mural dan graffiti karya anak-anak muda Subang. Ada sekitar 20 karya/gambar yang dibuat di kiri dan kanan gang tersebut yang bisa dinikmati dan memanjakan mata.

HENDI RUHENDI/PASUNDAN EKSPRES

Berawal dari keresahan melihat tembok-tembok di Subang yang ada coretan-coretan tidak karuan, maka muncullah ide dari Komunitas OneArt (anak muda Subang para pecinta seni menggambar) untuk membuat gambar di tembok-tembok yang kosong dengan gambar-gambar yang positif, lebih bagus dan rapih serta bisa dinikmati masyarakat.
“Tiap malam minggu kami suka mengadakan kopdar membahas tentang seni dan gambar. Dan untuk menggarapan mural dan graffiti ini sebelum terjun ke lapangan diadakan briefing dan membuat konsep akan membuat gambar apa di tembok. Setelah mengantongi ijin dari RT setempat akhirnya dimulailah proses menggambar. Proses pengerjaannya 2 hari yaitu Sabtu dan Minggu (9-10/9),” ujar Taupik Hidayat (22) yang akrab dipanggil Toto salahsatu anggota Komunitas One Art saat ditemui Pasundan Ekspres di Alun-Alun Subang, Sabtu (16/9).
Ada sekira 24 orang penggambar yang terlibat dalam proses pembuatan Mural dan Grafiti. Adapun biaya untuk membeli pilok, cat dan kuas adalah dana dari udunan masing anggota komunitas. Gambar-gambar tersebut banyak bertema Subang, seperti gambar mural Sisingaan yang mengandung pesan moral tentang kondisi Subang, logo persib dan banyak juga gambar lainnya.
Ia menambahkan, “Untuk mural selalu ada pesan yang terkandung dalam gambar tersebut, bisa kritik social dan sebagainya. Adapun cita-cita kami Subang ini, bisa seperti Bandung. Anak muda kreatif Subang tidak hanya menggambar di kamar tapi diajak ayo berkarya di outdoor/ruang publik memanfaatkan tembok-tembok yang kosong diisi gambar yang baik dan bisa dinikmati masyarakat luas”.
Sementara itu, Hendrawan (25) salah satu anggota komunitas OneArt Subang juga menambahkan, “Mural dan Graffiti di Gang Anggrek itu dengan tinggi gambar sekira 2,5 meter. Kebanyakan graffiti menggunakan cat pilok. Tiap satu gambar menghabiskan 5-6 botol pilok. Sedangkan mural yakni menggambar di media tembok dengan menggunakan cat akrilik.
“Ke depan kami pengen mengadakan event street art dan bisa mengadakan pameran dan mendapat support dari pemerintah. Sebenarnya potensi anak-anak muda di subang dalam menggambar besar sekali, sehingga sangat disayangkan jika tidak dirangkul dan disalurkan dengan baik, untuk itu kami berharap pemerintah bisa lebih peduli dengan membantu mempermudah hal perijinan dan support lainnya,” ujar Hendrawan.(*)