Beranda SUBANG Kerangka Manusia Austronesia Ditemukan Subang

Kerangka Manusia Austronesia Ditemukan Subang

75
0
TEMUAN SEJARAH: Peserta sosialisasi melihat berbagai temuan hasil ekskavasi di Situs Nanggerang atau Situs Nyi Subang Larang, Jumat (11/5) di Grant Hotel Subang.
FOTO: YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Satu kerangka utuh manusia Austronesia ditemukan pada ekskavasi di kawasan Situs Nanggerang atau Situs Nyi Subang Larang terletak di RT 11 RW 02 Desa Nanggerang, Kecamatan Binong pada pertengahan bulan April lalu.
Arkeolog dari Balai Arkeologi Bandung, Dr Lutfi Yondri, M.Hum mengatakan, kerangka manusia utuh itu bisa diamati dari mulai ujung kepala hingga ujung kaki. Termasuk mengamati bagian gigi. Karena dari gigi tersebut bisa diketahui berbagai aktivitas yang dilakukan individu manusia selama hidup.
“Ditemukannya kerangka itu kita bisa lihat bagaimana tradisi kubur di masa lalu, khususnya di era paleometalik karena ada logam. Di bagian kepala ditemukan senjata, di sisi kiri ditemukan senjata batu asah dan ditemukan taburan manik-manik,” ungkap Dr Lutfi kepada Pasundan Ekspres, usai sosialisasi kegiatan ekskavasi cagar budaya situs Nay Subang Larang yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Subang, Jumat (11/5) di Grant Hotel.
Dia menyebut, kerangka manusia tersebut saat hidupnya memiliki status tinggi di masyarakat.
Sebelumnya pada tahun 2016 di lokasi yang sama ditemukan kerangka manusia tidak utuh yang diprediksi manusia di tahun 45 SM. Namun, kata Lutfi, pertanggalan itu perlu ditinjau kembali karena lokasi temuan sudah terintervensi oleh akar-akar pohon. Akar pohon tersebut memiliki sifat memudakan rangka.
Lutfi menyebutkan, dari pertanggalan awal 45 SM bisa jadi kerangka manusia tersebut lebih tua. Dengan begitu, kerangka manusia Austronesia yang ditemukan April itu tidak menutup kemungkinan manusia pada 2000 SM. Namun untuk membuktikan itu, perlu ada penelitian lebih lanjut karena perlu ditemukan kerangka manusia lainnya.
“Pertanggalan sementara itu 45 SM. Tapi kalau kita kaitkan garis migrasi ke wilayah barat itu punya pertanggalan 2000 SM. Namun kita belum memprediksi kerangka tersebut 2000 SM,” jelasnya.
Dia mengatakan, ditemukannya kerangka manusia utuh itu baru diketahui tradisi penguburan saja. Belum sampai ditemukan pusat pemukiman manusia Austronesia di sekitar lokasi ekskavasi.
“Yang kita temukan sekarang baru bagian dari aktivitas penguburan pada era paleometalik itu, kita belum menemukan dimana sebenarnya hunian mereka. Jadi di mana mereka bermukim, di mana mereka melakukan aktivitas penguburan,” jelasnya.
Kepala Disdikbud Subang, Drs Suwarna Murdias MPd mengatakan, hasil ekskavasi tersebut perlu ditindaklanjuti serius oleh Pemkab Subang. Tidak hanya menyangkut soal aspek pendidikan dan kebudayaan, juga menyangkut aspek lain seperti pariwisata.
“Banyak aspek yang akan disentuh ketika kita menganggap penting hasil ekskavasi ini. Ke depan akan diupayakan bagaimana kawasan situs ini menjadi tempat pembelajaran bagi siswa supaya tahu sejarah Subang,” jelasnya.(ysp/din)