Beranda PURWAKARTA Kepsek Awasi UNBK melalui CCTV

Kepsek Awasi UNBK melalui CCTV

78
0

Jumlah Komputer Masih Belum Cukup

PURWAKARTA-Proses penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 3 Purwakarta (Smanti) berlangsung tertib dan lancar, Senin (9/4).

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Sekolah Smanti Wawan Rahwan tampak sedang mengawasi jalannya UNBK melalui layar monitor yang terhubung ke CCTV yang berada di ruangan UNBK.

“Alhamdulillah secara keseluruhan UNBK di hari pertama ini berlangsung lancar tanpa kendala. Karena memang kami sudah mempersiapkannya sejak jauh hari dengan sebaik-baiknya,” kata Wawan kepada Pasundan Ekspres.

Ada pun persiapan yang sudah dilakukan pihak sekolah, kata Wawan, antara lain penambahan jam pelajaran dan try out, hingga doa bersama. “Untuk kesiapan teknis kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait demi kelancaran pasokan listrik dan jaringan internet,” ujarnya.

Dengan segala persiapan tersebut, Wawan optimis seluruh anak didiknya itu bakal dinyatakan lulus UNBK. “Di Smanti siswa kelas 12 yang mengikuti UNBK ada 366 siswa di mana pelaksanaannya dibagi menjadi dua sesi. Untuk hari pertama mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia. Sedangkan hari berikutnya secara berturut-turut adalah matematika, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran lain yakni untuk jurusan IPA (Biologi, Fisika, Kimia) dan IPS (Geografi, Sosiologi, Ekonomi),” katanya.

Ditemui terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Purwakarta Encah Komariah mengatakan, ada 4.532 pelajar SMA yang mengikuti UNBK. “Alhamdulillah pada hari pertama ini tidak ditemukan kendala. Tetapi, UNBK tahun ini merupakan yang pertama kalinya seluruh SMA menyelenggarakan ujian berbasis komputer,” kata Encah.

Jika ada kendala, sambungnya, seperti listrik padam, hal ini bisa diantisipasi dengan menggunakan genset. Pasalnya, kata Encah, seluruh SMA sudah mempersiapkan mesin tersebut. “Yang saat ini masih menjadi persoalan adalah ketersediaan komputer. Sebab, jumlah komputer yang tersedia di sekolah belum berbanding lurus dengan jumlah peserta. Karena itu, solusinya UNBK SMA dibagi ke dalam beberapa sesi,” ujarnya.

Sementara itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta mencatat ada 25 Madrasah Aliyah (MA) di Purwakarta yang mengikuti UNBK. “UNBK ini merupakan kali pertama diikuti pelajar Madrasah Aliyah, di mana sebelumnya masih berbasis manual. Karena itu, pihaknya cukup was-was dan harus ekstrawaspada. Salah satunya, mengenai ketersediaan suplai listrik serta jaringan internet,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta Tedi Ahmad Junaedi.

Dirinya menyebutkan, jumlah peserta UNBK pelajar madrasah sebanyak 1.678 siswa. Mereka merupakan pelajar dari 25 Madrasah Aliyah Negeri dan swasta. Ada pun madrasah yang paling jauh, berada di Kecamatan Maniis. “Kami optimis ribuan pelajar ini bisa mengikuti UNBK tanpa kendala,” ucapnya.(add/ded)