Beranda SUBANG Kembangkan Teknologi Tepat Guna di Pedesaan

Kembangkan Teknologi Tepat Guna di Pedesaan

109
0
YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES GALI POTENSI DESA: Para nara sumber acara dialog interaktif bertemakan Desa Membangun dengan Teknologi Tepat Guna di PPTTG LIPI, kemarin (9/10).

SUBANG-Pembangunan di desa harus dimaksimalkan dalam berbagai aspek. Salah satunya dalam aspek pengembangan teknologi tepat guna di pedesaan. Sehingga pada akhirnya tercipta kesejahteraan masyarakat desa.

Staf Ahli Kementerian Desa, Ir Arief Setiabudi MSi mengatakan, program Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna) harus benar-benar dimanfaatkan dengan maksimal.

Dalam pengembangan program tersebut memang ditemui tantangannya. Yaitu pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesiapan dari pemerintah daerah. Posyantek ini dapat mendorong pembangunan di desa, khususnya melalui teknologi tepat guna.
“Stakeholder harus sama-sama berkolaborasi untuk membangun desa ini,” kata Arief dalam acara dialog interaktif bertemakan Desa Membangun dengan Teknologi Tepat Guna, di PPTTG LIPI, kemarin (9/10).

Dia mengatakan, seiring dengan adanya dana desa yang cukup besar, semestinya pembangunan di desa bisa maksimal. Selain itu keberadaan BUMDes diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan.

Ia juga mendorong pemerintahan desa untuk menemukan potensi unggulan yang ada di wilayahnya. Potensi desa tersebut harus dimanfaatkan dan dikelola dengan baik menjadi usaha masyarakat.

Sementara dalam upaya membangun desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes) Subang mendorong agar desa-desa memiliki BUMDes. BUMDes diyakini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sekretaris Dispemdes Subang, Enjat Rohdiat mengatakan, tercatat ada 97 desa yang memiliki BUMDes di Subang hingga Agustus 2017. Tahun 2017-2018 ditargetkan bisa terbentuk 125 Bumdes.

Bentuk usaha dari BUMDes ini beragam mulai dari simpan pinjam, pariwisata, perdagangan, pengolahan hasil pertanian dan sebagainya. Kaitannya dengan Teknologi Tepat Guna, bisa dimanfaatkan dalam berbagai bidang mulai dari transportasi, pertanian, usaha kecil, pendidikan dan media dan informasi.
“Misalnya di bidang pertanian, adanya alat perontokan, alat pemanen, pengupasan dan pengolahan,” katanya.

Sementara itu Kepala PPTTG LIPI, Dr Ir Yoyon Ahmudiarto dalam membangun desa tantangannya ada pada SDM.
“Kita sudah selayaknya mengedepankan pembangunan manusia seutuhnya dan seterusnya. Pembangunan SDM sangat penting, harus diutamakan,” katanya. (ysp/din)