Beranda KARAWANG Kejaksaan Enggan Selidiki Proyek Pemkab II

Kejaksaan Enggan Selidiki Proyek Pemkab II

55
0
AEF SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES DIDUGA BERMASALAH: Proses pembangunan gedung pemkab 2 sejak awal tahun 2017 mangkrak.

Ada MoU, Dikhawatirkan Mengganggu Pembangunan

KARAWANG-Kejaksaan Negeri Karawang memastikan tidak akan menurunkan penyidiknya untuk proyek tower Gedung Pemkab 2 yang sudah molor berkepanjangan. Sikap tersebut bertolakbelakang dengan aspirasi sejumlah eleman masyarakat yang menilai proyek tersebut banyak kejanggalan.
“Kami sudah mengetahui jika pembangunan kantor pemda II memang sempat tertunda, dan kita sudah sempat menegur agar segera dilanjutkan. Namun, jika kita turun untuk menangani masalah ini, justru kami khawatir pembangunannya malah akan berhenti. Makanya kami sudah meminta untuk dilanjutkan saja hingga selesai,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Sukardi, Sabtu (9/9).

Sukardi menegaskan, tidak melulu permasalahan hukum harus diselesaikan dengan penindakan. Cara lain bisa dilakukan dengan pencegahan, sehingga pelaksanaan bisa berjalan dan selesai.

Sejalan dengan kejaksaan, Dinas Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) Karawang juga sudah meminta pendampingan dengan pihak kejaksaan melalui TP4D. Makanya saat ini pihak kejaksaan melakukan pendampingan sejumlah proyek penting di dinas PUPR. “Pembangunan gedung Pemda II itu kan macet sebelum ada MoU dengan kita. Nah, karena sudah ada MoU, makanya kita minta diselesaikan dan kita dampingi. Kalau kita melakukan tindakan hukum justru malah pembangunannya akan terhenti,” katanya.

Di lain pihak, Sekretaris Daerah Karawang Teddy Rustendi Sutisna sudah meminta Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan khusus terkait pembangunan kantor Pemda II. Alasanya, pembangunan yang terus molor itu sudah melampaui batas toleransi sehingga harus diperiksa secara khusus.

Sekda mengaku sudah mendengar isu miring terkait pembangunan kantor Pemda II ini sehingga molor berkepanjangan. Isu miring yang paling kencang berhembus yaitu kaburnya kontraktor sebelum pekerjaan selesai.
Dugaan adanya kongkalingkong antara pejabat PUPR dengan kontraktor juga menyeruak. Belakangan, saat ini muncul dugaan kuat kontraktor yang memenangkan lelang tersebut merupakan titipan orang kuat di Karawang. Hal ini muncul karena kontraktor yang memenangkan lelang sebelumnya sudah diblacklist, namun tetap memenangkan lelang.(aef/din)