Beranda BANDUNG Kedatangan Tersangka Disambut Cacian Warga

Kedatangan Tersangka Disambut Cacian Warga

22
0

Rekonstruksi Pembunuhan Peragakan 25 Adegan

LEMBANG– Rekonstruksi pembunuhan adik ipar oleh Seorang pria pensiunan perwira menengah kepolisian berusia 70 tahun bernama Ngali Bowo lantaran terbakar api cemburu, berjalan lancar dengan 25 kali reka adegan.

Pembunuhan yang terjadi di Kampung Barulaksana Rt 03/01, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat itu terh=jadi pada Sabtu (04/11) silam sekitar pukul 01.30 WIB.

Polisi dari Mapolsek Kecamatan Lembang mengawal ketat rekonstruksi tersebut dibantu oleh personil TNI. Menurut pantauan Pasundan Ekspres, kedatangan tersangka di TKP, di bawa oleh mobil polisi. Saat tiba di lokasi riuh warga pun menyambutnya, tidak sedikit warga yang mencaci kedatangan tersangka.

Bahkan sebelum dimulai, keluarga korban sempat emosi hingga akan menghajar tersangka namun dapat ditenangkan polisi. Polisi yang khawatir rekonstruksi tidak berjalan sesuai rencana, sempat akan memindahkannya ke Polsek Lembang namun tidak jadi.

Tidak hanya itu, massa juga berusaha mendekati tersangka namun gagal akibat ketatnya penjagaan aparat Polsek Lembang yang mengerahkan semua anggotanya.

Untuk menenangkan massa yang geram, Kapolsek terpaksa harus turun langsung dan meminta mereka tetap tenang serta tidak mengganggu jalannya rekonstruksi. Hampir satu jam digelar, rekonstruksi dapat berjalan aman dan kondusif. Rekonstruksi yang diperankan langsung oleh tersangka Ngalibowo, memperlihatkan bagaimana dia menyusun strategi pembunuhan terhadap Muhammad Amir, adik iparnya sendiri.

25 reka adegan yang diperagakan itu, mulai dari saat tersangka di dalam kamar dengan istrinya hingga melarikan diri setelah menganiaya Muhammad Amir. Namun tidak semuanya bisa diperagakan tersangka dengan alasan keamanan.

Kapolsek Lembang, Kompol Rahmat Lubis mengungkapkan, berdasarkan reka adegan yang diperagakan tersangka, motif awal pembunuhan adalah karena cemburu. “Tapi memang tersangka ini dendam sejak lama kepada korban,” katanya.

Hampir semua adegan dilakukan di dalam rumah, padahal sesudah pembunuhan tersebut, tersangka sempat melarikan diri sebelum ditangkap warga. Meski demikian, Rahmat menyebut, rekonstruksi tersebut telah sesuai ketentuan.

“Ini semua sudah sesuai dengan adegan kejadian, memang seharusnya ada beberapa adegan di luar rumah tetapi karena kurang kondusif, maka hanya dilaksanakan di dalam rumah saja,” ungkapnya.,

Sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun, Dalam peristiwa itu polisi mengamankan barang bukti berupa sehelai karpet, sebuah bantal busa, selembar kasur busa, sehelai selimut oranye, sebuah bantal abu-abu, sehelai sweater abu-abu, sehelai kaus putih polet hitam, sehelai selimut cokelat corak kuning, dan sepotong celana olahraga biru. Semua barang bukti disita karena ada bercak darah.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya yaitu 1 pipa besi panjang sekitar 1 meter, 1 buah kayu sepanjang sekitar 1 meter dan 1 bilah pisau dapur yang terkena bercak darah. (eko/tra)