Ilustrasi

PADALARANG – Musim kemarau tahun ini mengakibatkan jumlah kasus kebakaran di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) pada Dinas Satpol PP dan Damkar KBB, Dadang Dahyar, Jum’at (1/9).

Menurutnya, peningkatan tren kejadian kebakaran mulai dirasakan sejak pertengahan tahun ini, kasus kebakaran didomasi alang-alang dan sejumlah bangunan rumah. Berdasarkan data Dinas Satpol PP dan Damkar KBB, mulai awal Januari hingga September ini, terjadi lebih dari 50 kejadian kebakaran.

“Jumlah kasus kebakaran di KBB mulai meningkat pada musim kemarau ini. Tahun ini jumlah kebakaran naik tiga kali lipat. Alang-alang menjadi pemicu utama peristiwa kebakaran ini terjadi,” kata Dadang.

Selain alang-alang, lanjut dia, faktor utama terjadi kebakaran adalah banyaknya masyarakat yang membuang puntung rokok sembarangan, dan bocornya tabung gas. Oleh karena itu, ia menghimbau masyarakat desa agar warga lebih meningkatkan kewaspadaan pada musim kemarau seperti ini, hal itu sebagai langkah antisipasi agar penangganan kebakaran dapat teratasi dengan baik,

“Kami memprediksi jumlah kebakaran di KBB akan terus meningkat selama musim kemarau. Sebetulnya, kebakaran bisa menurun jumlahnya seiring makin banyaknya warga yang sudah mengetahui pencegahan kebakaran. Sehingga kami berharap dengan makin pedulinya warga dan paham penanggulangan bencana kebakaran,” ujarnya.

Dadang menambahkan peristiwa kebakaran terjadi merata di 16 kecamatan di Kabupaten Bandung Barat. Dari beberapa kejadian kebakaran tahun ini, ada sejumlah daerah yang memang sulit ditangani oleh personel, diantaranya Kecamatan Rongga dan Kecamatan Gunung Halu.

“Keterbatasan jumlah personil maupun minimnya armada menjadi penyebab sulitnya pencegahan kebakaran tersebut. Perlengkapan ini memang terbatas jika dibandingkan dengan luas wilayah KBB yang terdiri dari 16 kecamatan. Sehingga wilayah selatan Rongga dan Gunung Halu, saat ada kebakaran terkadang kita sulit memadamkan api,” pungkasnya.(sep/ded)