Beranda BANDUNG Kasus Siswa Tewas, Sekolah Harus Bertanggungjawab

Kasus Siswa Tewas, Sekolah Harus Bertanggungjawab

45
0
ASEP IMAM MUTAQIN/PASUNDAN EKSPRES SOSIAL: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menghadri pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap III di Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (10/8).

LEMBANG – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyesalkan aksi brutal yang dilakukan siswa SD Longkewang Sukabumi Jawa Barat yang mengakibatkan SR (8) murid kelas II meregang nyawa. Pasalnya, siswa tersebut harus meninggal setelah mengalami benturan di bagian kepala.

Menurutnya, pihak sekolah harus bertanggungjawab atas kejadian ini karena ada unsur kelalaian yang dilakukan guru dalam kasus tersebut. Selain itu, Guru bukan hanya mentransformasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengajarkan etika dan adab kepada anak-anak.

“Karena terjadi di lingkungan sekolah maka pihak sekolah dalam hal ini guru kelas dan kepala sekolah harus bertanggung jawab,” kata Khofifah seusai pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap III di Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (10/8).

Khofifah mengatakan kasus seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi jika guru lebih awas dan peka dalam memonitor sikap dan perilaku seluruh murid didiknya. Ia yakin kejadian tersebut adalah puncak konflik akibat saling ejek yang berujung dengan perkelahian.

“Semestinya, guru bisa langsung merespons. Bisa dengan menengahi kedua anak itu, atau memanggil orangtuanya. Apabila sudah tidak bisa lagi, maka harus dicari solusi efektif sampai kemungkinan mengembalikan kepada orang tua,” tuturnya.

Ditanya soal hukuman kepada pelaku, Khofifah mengatakan karena pelaku adalah anak-anak maka bentuk hukuman yang diberikan berdasarkan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA).

“Proses hukum tetap bisa dilakukan, namun tetap harus mempertimbangkan hak-hak anak. Meskipun, dari aspek pidana, jelas ini sebagai bentuk kejahatan,” tutupnya.

Seperti diketahui, SR meniggal dunia diduga setelah terlibat perkelahian dengan temannya, Selasa (8/8). SR diduga menjadi korban perundungan atau bullying. Saat ini peristiwa nahas tersebut sedang diselidiki jajaran Polres Sukabumi. Tak hanya dipukul, telinga SR disumbat menggunakan keripik, dan disiram dengan minuman ringan.(sep/ded)