Beranda SUBANG Kapolsek Klaim Tak Ada Miras Oplosan

Kapolsek Klaim Tak Ada Miras Oplosan

66
0

Ada Miras Jenis Lain, Langsung Tingkatkan Razia

PUSAKANAGARA-Menanggapi korban miras oplosan yang berjatuhan di wilayah Jawa Barat, Polsek Pusakanagara gencarkan razia miras serta mengoptimalkan sosialisasi bahaya dan dampak minuman haram tersebut.

Kapolsek Pusakanagara, Kompol Syahidin mengatakan, selama melaksanakan razia pihaknya belum menemukan miras oplosan di wilayahnya.

“Disini nih yang oplosan tuh belum ada. Oplosan tuh setelah beli dioplos sendiri. Kalau yang miras oplosanya ga ada, yang ada disini nih jualan tuak sama ciu,” kata Syahidin.

Menurut Syahidin, hal itu dipengaruhi oleh kemampuan daya beli masyrakat Pusakanagara pada minuman semacam bir banyak jarang yang mampu. Sehingga, jalannya adalah membeli miras yang secara harga bisa terjangkau.

“Kebanyakan ya itu, beli tuak 1 liter 10 ribu, bisa untuk sepuluh orang. Beramai-ramai mabuk ditambahin ini itu,” ungkapnya.
Meski begitu, ia berharap tidak ada jatuh korban karena miras di wilayah Pusakanagara maupun Pusakajaya. Sebab, kata Syahidin, operasi mengenai miras tidak hanya dilakukan saat merespon peristiwa di Cicalengka semata.

Karena operasi miras dan pencegahannya juga ruitn dilakukan. Bahkan, medio Januari lalu pihaknya juga telah memusnahkan beragam jenis miras sekitar 3.600 buah. Bahkan untuk antisipasi, pihaknya juga telah memutus rangkaian distributor pemasok miras ke wilayahnya.

Dalam 3 hari terakhir, melalui operasi KKYD berhasil setidaknya menyita 178 liter miras jenis tuak serta 9 liter ciu. Lalu pada razia Sabtu (14/4) malam, 20 liter tuak juga berhasil diamankan dalam operasi tersebut.

Tidak hanya razia miras, Syahidin beserta jajarannya terus memaksimalkan sosialisasi pada berbagai lapisan masyarakat mengenai dampak dan bahaya miras. “Melalui rapat minggon baik Pusakajaya maupun Pusakanagara dalam acara formal maupun non formal, terus sosialisasi pada sekolah-sekolah,” jelasnya.

Pada 10 April lalu misalnya. Bertempat diaAula Kecamatan Pusakanagara, melibatkan berbagai unsur seperti satgas, kepala desa, tokoh masyrakat, tokoh agama, tokoh adat serta karang taruna dilakukan penyuluhan tentang miras beserta dipamerkan Bergama jenis dan model yang beredar di pasaran.

Maka dari itu, ia mengimbau pada seluruh lapisan masyarakat mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, karang taruna serta berbagai aparat pemerintahan untuk bersama-sama mengawasi serta memberikan pemahaman mengenai bahaya miras.

“Agar mengawasi, mengendalikan daripada keluarga masing-masing, agar terhindar anak mudanya minum minuman keras,” tutupnya . (ygi/din)