Beranda HEADLINE Kang Hasan Ingin Buruh Punya ‘Imah Rempeg’ DP 1 Persen

Kang Hasan Ingin Buruh Punya ‘Imah Rempeg’ DP 1 Persen

74
0

MAJALENGKA-Program Imah Rempeg dengan Down Payment (DP) 1 persen yang digulirkan oleh pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin (Kang Hasan) dan Anton Charliyan (Kang Anton) atau yang dikenal dengan Hasanah, ditargetkan mampu dirasakan oleh seluruh rakyat Jawa Barat terutama kalangan menengah ke bawah salah satunya kaum buruh.

Kang Hasan mengatakan, buruh merupakan salah satu kaum marhaen yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan primernya seperti rumah yang layak dan nyaman. Program Imah Rempeg DP 1 persen, lanjut Kang Hasan, rencananya akan dibangun menggunakan aset pemerintah yang tersebar di ribuan titik di wilayah Jawa Barat.

“Untuk program rumah DP 1 persen ini, saya sudah meminta informasi kementrian PUPR, karena program tersebut bersinergi dengan program pak Jokowi,” ujarnya saat makan siang bersama dengan para buruh Pabrik Garmen PT. Leetex Garment Indonesia, di Kecamatan Dawuh, Kabupaten Majalengka, Senin (26/3).

Selain Imah Rempeg, Kang Hasan menjelaskan, akan memperluas lapangan kerja melalui program _Bogagawe_ kepada para buruh yang didominasi perempuan itu, dengan mendorong proyek pemerintah provinsi untuk dapat menampung pekerja melalui program padat karya. Selain itu, SDM masyarakat Jawa Barat, juga akan terus ditingkatkan melalui pembangunan SMK dan program setingkat diploma terutama bidang keterampilan dan wirausaha serta meningkatkan program pelatihan keterampilan yang dibutuhkan oleh lapangan kerja. “Melalui program Bogagawe, saya menargetkan pengurangan angka pengangguran hingga 50 persen,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kang Hasan sempat diajak berkeliling untuk melihat proses produksi garmen yang ditemani oleh Ketua PDI Perjuangan Kabupaten Majalengka Sutrisno dan Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi.

Sebelumnya, Kang Hasan juga para Pengusaha Mangga dan Kelompok Tani Mangga, serta berbagai komunitas di Desa Pasirmuncang Panyingkiran, Kabupaten Majalengka.(rls/man)