Beranda BANDUNG Jokowi: Hati-hati Jaminkan Sertifikat Tanah ke Bank

Jokowi: Hati-hati Jaminkan Sertifikat Tanah ke Bank

63
0
EKO SETIYONO/PASUNDAN EKSPRES SERAHKAN SERTIFIKAT: Bupati Bandung Barat, Abubakar menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo di lapangan Brigif 15 Kujang Cimahi, kemarin (11/9).

CIMAHI-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat menjaminkan sertifikat tanah ke bank untuk mendapatkan bantuan pembiayaan. Selain itu warga harus memperhatikan kemampuan membayar angsurannya.
Hal tersebut diungkapkan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan sertifikat tanah, kemarin (11/9).
“Saya titip, kalau mau jadi jaminan di bank hati-hati. Diitung dulu, kalkulasi dulu,” ujarnya di hadapan ribuan warga penerima sertifikat tanah gratis se-wilayah Bandung Raya di lapangan Brigif 15 Kujang Cimahi.

Menurutnya, berdasarkan laporan Menteri Agraria dan Tata Ruang di Provinsi Jawa Barat banyak (sertifikat) digunakan untuk agunan ke bank. Pada 2016 lalu nilainya mencapai nilai besar Rp 180 triliun.

Ia meminta agar masyarakat tidak menggunakan uang pinjaman untuk membeli produk-produk yang bersifat konsumtif.
“Jangan sertifikat dimasukan ke bank, pinjam Rp200 juta terus diberi Rp200 juta dan yang Rp 100 juta dipakai beli mobil. Hati-hati kalau tidak bisa mengembalikan, sertifikat bisa hilang,” ungkapnya.

Ia menuturkan, uang pinjaman dari bank lebih baik digunakan untuk modal usaha atau investasi. Adapun akan membeli motor atau mobil lebih baik menggunakan uang dari hasil keuntungan usaha dan harus dipastikan terlebih dahulu usahanya berjalan.

Dirinya menambahkan, pihaknya menargetkan pada tahun ini sertifikat bisa dibagikan kepada 5 juta masyarakat dan tahun 2018 sebesar 7 juta serta tahun selanjutnya 9 juta.
Diharapkan dengan perolehan sertifikat maka masyarakat lebih tenang dan tidak khawatir terjadi sengketa.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang dan Kepala BPN, Sofyan Djalil mengatakan, jumlah tanah di provinsi Jawa Barat mencapai 19 juta lebih bidang. Sementara yang bersertifikat baru mencapai 6.5 juta atau 32 persen. Pada 2017, katanya, Jawa Barat mendapatkan jatah 598 ribu lebih bidang untuk disertifikatkan.
“Hari ini bersama kita, 7000 (lebih) penerima sertifikat. Dari Bandung Raya ini yang paling banyak di Kota Cimahi 2.425 bidang, kemudian Kabupaten Bandung 2.100 penerima sertifikat dan Bandung Barat 1.500 penerima sertifikat,” ungkapnya.

Sementara itu Kabupaten Sumedang sebanyak 650 sertifikat dan kota Bandung 500 penerima sertifikat. Diharapkan Kota Bandung dan Cimahi pada tahun depan sudah 100 persen seluruh tanah bersertifikat. Selain itu, pada 2016 sebanyak Rp 181 triliun dana yang digunakan dengan menggunakan sertifikat sebagai jaminan kepada bank.
“1,1 juta (sudah) realisasi. (sertifikat) dua tahap, pertama APBN awal 2 juta dan perubahan 3 juta. Oktober sampai Desember akan diselesaikan. Insyallah beres,” katanya.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedy Mizwar mengatakan sertifikat tanah akan memberikan jaminan hukum dan penertiban administrasi. “(sertifikat) dalam rangka penertiban administrasi dan jaminan hukum,” ungkapnya. (eko/din)