Beranda Advertorial Jemput Bola Melalui Darling

Jemput Bola Melalui Darling

44
0
LAYANAN DARLING: Bupati Bandung Barat, Abubakar didampingi Dandim Bandung dan Kepala Disdukcasip KBB memberikan akta kelahiran kepada warga masyarakat yang dilakukan melalui pelayanan Darling

KBB Raih Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik

NGAMPRAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat kembali meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penghargaan itu diberikan atas inovasi layanan jemput bola pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcasip) yang dilakukan melalui Kendaraan Keliling (Darling).

Meski penghargaan itu diberikan pada saat HUT Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu, namun penghargaan itu baru diterima Disdukcasip melalui Biro Organisasi Pemprov Jawa Barat pada akhir pekan kemarin.

“Penghargaan ini sebagai pemicu kami agar lebih termotivasi lagi dalam mendekatkan pelayanan adminduk kepada masyarakat melalui darling,” kata Kepala Disdukcasip KBB, Wahyu Diguna kepada Pasundan Ekspres, Senin (9/10).

Menurutnya, inovasi layanan jemput bola ini tercipta mengingat wilayah Kabupaten Bandung Barat sangat luas. Akibatnya, banyak masyarakat di daerah pelosok kesulitan untuk mendapatkan pelayanan lantaran jauh dari pusat pemerintahan di Ngamprah.

“Dengan adanya darling ini, kami yang datang ke masyarakat, sehingga mereka bisa mendapatkan pelayanan tanpa harus jauh-jauh ke ibu kota,” ujarnya.

Wahyu menambahkan saat ini ada 2 unit mobil darling yang berkeliling ke desa-desa untuk melayani administrasi kependudukan. Dengan hadirnya Darling ini, memudahkan pelayanan kepada masyarakat terutama beberapa wilayah yang berada di pelosok.

“Dengan adanya mobil layanan ini memudahkan kami untuk membuat administrasi kependudukan bagi masyarakat. Dan ini sudah dilakukan sejak 2014 hingga sekarang. Banyak permintaan dari masyarakat dan juga sekolah-sekolah agar layanan darling ini datang,” ungkapnya.

Wahyu menambahkan melalui darling yang dimiliknya saat ini, pihaknya bertekad akan terus menyisir daerah pelosok untuk menjaring penduduk yang memiliki KTP ganda. Pasalnya, kendaraan berupa mobil keliling tersebut berfungsi sebagai salah satu sarana penunjang pelayanan publik, untuk lebih mendekatkan lagi pelayanan adminduk terhadap masyarakat.

“Ini usaha pemerintah untuk melayani masyarakatnya dengan jemput bola, salah satunya menggunakan darling yaitu dengan mendatangi masyarakat yang berada di pelosok. Dengan petugas adminduk yang melayani masyarakat bukan untuk minta dilayani oleh masyarakat,” terangnya.

Upaya jemput bola ini, lanjut dia, terus digenjot lantaran tahun depan masyarakat akan menghadapi pemilihan kepala daerah serentak. Pasalnya, untuk bisa berpartisipasi di pesta demokrasi itu, mereka tentu harus mempunyai KTP elektronik.

Untuk terus menggenjot pelayanan itu, Disdukcapil pun sudah mengadakan pertemuan dengan sejumlah sekretaris desa beberapa waktu lalu. Para sekdes diminta agar memfasilitasi warganya dalam mengurus dokumen kependudukan.

“Saat ini, masih banyak warga yang belum berinisiatif mengurus berbagai dokumen kependudukan, terutama akta kelahiran dan kematian. Karena dokumen kependudukan itu tidak hanya KTP eL. Ini kadang-kadang masyarakat masih banyak yang belum paham,” ungkapnya.

Adapun sistem pelayanan darling tersebut, merupakan sistem online yang diharapkan bisa sekaligus langsung mencetak dokumen adminduk seperti akta kelahiran, akta nikah, kartu keluarga dan dokumen adminduk lainnya terkecuali KTP el.

“Kecuali KTP el, karena kebijakannya masih dari Kemendagri,” ujarnya.

Wahyu menambahkan, untuk perekaman e-KTP, saat ini sudah bisa dilakukan di masing-masing kecamatan. Diharapkan hal tersebut bisa mengejar target perekaman 100% di akhir tahun ini.

“Dengan perekaman bisa dilakukan di kecamatan, plus ditambah dua kendaraan keliling dan di kantor Disdukcapil ini maka kami berharap target 100% perekaman bisa tercapai,” pungkasnya. (adv/sep)