Beranda EDUKASIA Jebolan BLK Kurang Diserap Dunia Industri

Jebolan BLK Kurang Diserap Dunia Industri

44
0

PURWAKARTA – Dunia industri di Purwakarta tidak banyak memaksimalkan para lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Purwakarta.
“Tiap tahun kami meluluskan para siswa yang mengikuti praktek kemampuan dasar disini. Namun tiap tahun lulusannya tidak semua diserap industri di Purwakarta,” ujar Instruktur Jurusan Otomotif di BLK Disnakertrans Purwakarta, Ahmad Condro di Jalan Veteran Purwakarta, kemarin (2/8).

Berbagai alasan bisa terjadi. Seperti perusahaan langsung mencari calon tenaga kerja ke sekolah atau ke perguruan tinggi. “Bisa jadi prioritaskan warga lokal dan banyak berbagai alasan lain,” ujar Ahmad.

BLK Purwakarta memiliki tujuh jurusan keterampilan yakni teknik las, garmen, otomotif, pertanian dan perikanan serta komputer jaringan. Tujuh jurusan itu terdiri dari 31 kelas dengan masing-masing kelas sebanyak 16 orang.
“Jadi dalam setahun ada 500 hingga 1000 orang lulusan BLK dalam dua gelombang. Lulusan yang langsung diserap industri paling banyak jurusan garmen dan kebanyakan semuanya perempuan,” kata Ahmad yang sudah jadi instruktur selama 35 tahun.

Para siswa BLK setiap tahun mendapat jatah pakaian, uang transportasi hingga uang makan. Lama praktek dari pagi hingga jelang sore. Setiap jurusan memiliki lama waktu yang berbeda. Otomotif misalnya, lama belajar selama 45 hari.
“Setiap tahun pendaftarnya banyak sekali seiring dengan lulusan SMK. Tapi karena anggaran yang terbatas, maksimal tiap kelas hanya mampu menampung 16 orang. Program ini sendiri dibiayai APBD Provinsi Jabar,” ujar Ahmad.

Seharusnya, kaya Ahmad, industri memprioritaskan lulusan BLK Disnakertrans karena memiliki kemampuan dasar di bidangnya. Apalagi, sejumlah industri besar banyak berdiri di kota yang berjarak 50 km dari Kota Bandung ini.
“Harusnya langsung diserap. Kan siswa disini sudah punya kemampuan dasar. Selebihnya tinggal dikembangkan,” ujar Ahmad. (yus/epl)