Beranda BANDUNG Jalur Alternatif Siap Digunakan Arus Mudik

Jalur Alternatif Siap Digunakan Arus Mudik

58
0

NGAMPRAH – Sejumlah jalur alternatif di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah siap untuk dilintasi arus mudik tahun 2018. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KBB, Ade Komarudin saat ditemui di Ngamprah, Senin (4/5/2018).
Menurutnya, ada enam jalur alternatif yang bisa digunakan untuk menghindari kemacetan di jalur utama. Pertama, kendaraan di jalur tengah bisa mengambil rute dari Pintu Tol Padalarang/Batujajar-Kota Baru Parahyangan-Jln. GA Manulang-Cipatat-Cianjur.
“Ini untuk menghindari kemacetan di Jalan Bandung-Cianjur. Kondisi jalannya sudah bagus dan siap untuk dilintasi. Apalagi, wilayah KBB sebenarnya hanya perlintasan mudik. Bukan jalur mudik,” kata Ade.
Sedangkan, untuk jalur dari arah Purwakarta menuju Lembang-Subang, bisa mengambil Jalan Raya Purwakarta-Jalan Stasion-Underpass Padalarang-Cisarua-Parongpong-Lembang-Subang. Jalur ini untuk menghindari kemacetan di Jalan Tol Purbaleunyi.
Sementara dari arah Subang/Lembang menuju Bandung, ada empat jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di jalur utama Jalan Bandung-Lembang. Pertama, melalui Jalan Maribaya-Jalan Mekarwangi-Dago Bandung. Kedua, melalui Jalan Cijeruk-Ciumbuleuit-Bandung.
“Bisa juga melalui Jalan Sersan Bajuri-Ledeng-Bandung dan terakhir bisa melalui Parongpong-Jalan Cihanjuang-Cimahi-Bandung,” ucapnya.
Sementara, untuk beberapa jalur alternatif di wilayah KBB lainya akan menjadi perhatian petugas saat arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Seperti, beberapa jalur alternatif dekat dengan objek wisata, sehingga kerap diterjang kemacetan lalu lintas.
“Beberapa jalur alternatif seperti Jalan Maribaya-Cibodas, Jalan Cihideung-Terusan Sersan Bajuri dekat dengan beberapa objek wisata. Sehingga itu perlu perhatian khusus, terutama saat libur Idulfitri nanti,” ujarnya.
Lebih lanjut Ade menjelaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan para pengelola tempat wisata agar mereka memberikan fasilitas tempat parkir tambahan. Hal itu untuk mengantisipasi membeludaknya pengunjung saat hari libur nanti.
“Jalur-jalur alternatif juga akan dipasangi rambu-rambu tambahan untuk mengarahkan para pengendara. Bahkan, akan diberlakukan pengaturan waktu juga. Kapan naik, kapan turun. Itu salah satu rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan,” ungkapnya.
Untuk memantau arus mudik, lanjut dia, Dinas Perhubungan menyiapkan posko di Lembang dan Padalarang. Dari catatan Dishub, setiap tahun selalu ada kenaikan jumlah kendaraan sekitar 2-3 persen, terutama sepeda motor.
Sementara itu, Ade menambahkan, pihaknya juga akan melakukan cek kendaraan angkutan umum pada H-7 LEbaran. Hal itu untuk memastikan kendaraan tersebut laik pakai, sehingga memberikan kenyamanan bagi penumpang/pemudik.
“Kami juga mengimbau agar masyarakat mudik pakai angkutan umum. Kalaupun harus pakai motor, pastikan kendaraan dalam kondisi baik dan pengendara pun kondisinya fit,” pungkasnya. (Sep/ded)